logo


Partai Gerindra Dinilai Gemuk, Pengamat Politik Heran: Ini Menggerakkan Tujuan 2024?

Pengamat politik menilai ada masalah dalam penyusunan struktur kepengurusan partai di Indonesia

21 September 2020 09:15 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Aditya Perdana menilai struktur kepengurusan Partai Gerindra terlalu gemuk. Ia pun mempertanyakan keefektifan kerja partai yang diisi oleh puluhan orang di Dewan Pembina dan Dewan Pakar.

"Sepengatahuan saya, struktur nama di dalam dewan pembina, dewan pakar cukup banyak. Sehingga kemudian, padahal di sebuah partai efektif itu dewan pengurus harian," kata Adtya sepeti dilansir detikcom, Senin (21/9/2020).

Adytia heran apa petimbangan yang diambil sehingga dewan pakar dan dewan pembinanya diisi oleh banyak orang.


Sandiaga Uno Jadi Tim Pemenangan Bobby-Aulia, Gerindra Berikan Penjelasan

"Alangkah baiknya, pengurus harian, yang akan bekerja, yang bisa menentukan banyak hal, bukan dewan pakar atau pembinanya. Lebih dari 40, 50 orang. Padahal struktur harian hanya 200 atau 100. Saya tidak tahu pertimbangan bagimana," lanjutnya.

Ia pu menduga gemuknya struktur kepengurusan Gerindra dibentuk untuk menyiapkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang.

"Secara umum itu kelihatan gemuk struktur Gerindra. Saya tidak tahu pertimbangan apa. Apakah ini ingin menggerakkan tujuan 2024, atau seperti apa," pungkasnya.

 

Soroti Seminggu PSBB, Gerindra: Penegakan Hukumnya Masih Lemah

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati