logo


Soroti Seminggu PSBB, Gerindra: Penegakan Hukumnya Masih Lemah

Masih ada yang tidak menerapkan protokol kesehatan selama PSBB ketat

21 September 2020 06:17 WIB

Penerapan PSBB di Kabupaten Bogor
Penerapan PSBB di Kabupaten Bogor istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Andyka menyoroti seminggu pelaksanaan PSBB ketat. Ia menilai tidak ada perubahan yang signifikan karena penegakan aturan protokol kesehatan kurang maksimal.

"Terjadi penurunan meski tidak signifikan. Kenapa, karena perlu jadi perhatian pemerintah, pertama law enforcement, penegakan hukumnya masih lemah. Terutama saya lihat masih banyak tempat usaha tidak peduli protokol kesehatan. Ada kumpul lebih dari lima orang tidak dihukum," kata Andyka seperti dilansir detikcom, Minggu (20/9/2020).

Ia pun lantas membandingkan sistem pengawasan di era kepemimpinan Ahok. Menurutnya sistem pelaporan di masa Ahok lebih bagus ketimbang di era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.


Ribuan Orang di London Gelar Aksi Protes Anti-Lockdown

"Waktu zaman Pak Ahok ada (aplikasi) Qlue, jadi ada sistem pelaporan RT/RW sehari tiga kali baik berupa narasi atau foto. Kayaknya Pak Anies sudah memiliki tapi sistemnya beda. Ini harus ditingkatkan," ujarnya.

Lebih lanjut, Andyka menyarakankan agar Anies lebih mengoptimalkan kembali peran RT/RW dalam penerapan PSBB ketat.

"Kita harus beri peran lebih kepada RT/RW untuk melakukan pelaporan, pengawasan kepada masyarakat terkait kumpul-kumpul. Tempat usaha di sekitar tidak melakukan sesuai protokol kesehatan," lanjutnya.

 

Sandiaga Uno Jadi Tim Pemenangan Bobby-Aulia, Gerindra Berikan Penjelasan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati