logo


Pasukan Garda Iran Tegaskan Bakal Balas Dendam Kematian Qasem Solemani

Salah satu komandan pasukan Garda Iran Hossein Salami menegaskan bahwa mereka akan melakukan tindakan balasan kepada semua orang yang terlibat dalam pembunuhan Jenderal Qasem Solemani

20 September 2020 14:58 WIB

Tempo.co

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Komandan Pasukan Garda Revolusioner Islam Iran (IRGC) pada Sabtu (19/9) menegaskan bahwa mereka akan membalas kematian salah satu petinggi militer Iran Qassem Solemani yang tewas pada Januari 2020 lalu.

"Balas dendam kami untuk mati-syahidnya jenderal besar kami adalah sebuah kepastian. Ini serius dan nyata," kata Mayor Jenderal IRGC Hossein Salami dalam sebuah pidato, dikutip dari Al Jazeera pada Minggu (20/9).

"Kami akan memukul mereka yang secara langsung atau tidak telah terlibat dalam pembunuhan orang hebat tersebut," tambahnya.


Kunjungi Pentagon, Luhut Tegaskan RI Tak Bakal Berkiblat ke Kekuatan Mana pun

Solemani yang diyakini sebagai tokoh paling berkuasa kedua di Iran, setelah Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam sebuah serangan drone AS di Baghdad pada awal Januari lalu.

Setelah serangan tersebut, pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei berjanji akan melakukan aksi balasan. Beberapa hari kemudian, Iran melancarkan sejumlah serangan roket terhadap dua pangkalan militer AS di Irak. Tak ada satu pun tentara AS yang tewas dalam serangan tersebut.

"Namun yakinlah, semua orang yang terlibat dalam kasus ini akan dihajar," ujar Salami.

Sebelumnya, surat kabar Politico merilis sebuah laporan dari seorang intelijen yang tidak disebut namanya. Intelijen tersebut mengungkapkan bahwa Iran tengah menyusun rencana penyerangan dan pembunuhan seorang dubes AS, Lana Marks, sebagai balasan atas kematian Solemani.

Setelah kabar tersebut dirilis, Presiden AS Donald Trump berang. Ia mengancam akan membalas serangan Iran tersebut.

"Jika mereka berani menyerang kita, apapun bentuknya...kita akan menyerang balik 1000 kali lipat lebih keras," kata Trump.

Menanggapi isu tersebut, Salami membantah bahwa Lana Marks, dubes wanita AS yang berusia 66 tahun, menjadi target mereka.

"Apakah kau pikir kami akan menyerang seorang dubes wanita sebagai balasan dari kematian saudara kami?" kata Salami.

Presiden Taiwan Sebut Latihan Militer China Ancam Keamanan Kawasan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia