logo


Berani Tagih Utang Bambang Trihatmojo, Ini Sebutan Denny Siregar ke Pemerintahan Jokowi

Denny menyebut pemerintahan Jokowi keras kepala karena berani menagih utang Bambang.

20 September 2020 09:31 WIB

Denny Siregar
Denny Siregar Facebook

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar menyinggung putra Presiden Soeharto, Bambang Trihatmojo yang belum membayar utang ke negara. Menurutnya, kejadian utang itu bermula saat Bambang ditunjuk menjadi Ketua Konsorsium Mitra Penyelenggara (KMP) Sea Games SEA Games XIX tahun 1997.

Menurutnya, kekuatan Soeharto ketika itu tak bisa dikesampingkan. Termasuk keputusannya melibatkan Bambang dalam pagelaran pesta olah raga terbesar se-Asia Tenggara itu.

“Tahun 1997, Indonesia punya gawe yaitu Sea Games. Oleh negara waktu itu, dibuatlah konsorsium untuk menyelenggarakan pesta olah raga itu. Tebak siapa ketuanya? Bambang Trihatmodjo, anak ketiga Soeharto - Presiden paling berkuasa masa orde baru. Memang siapa yang bisa menolak waktu itu kalau Soeharto punya mau?” jelas Denny, seperti dikutip dari Tagar, Minggu (20/9).


Bambang Trihatmodjo Gugat Larangan ke Luar Negeri, Kemenkeu Sebut Larangan Dicabut Apabila...

“Sebagai penyelenggara, tugas konsorsium adalah menggalang dana untuk Sea Games. Tapi alih-alih dapat dana, Bambang malah ngutang ke negara. Sial memang, negara enggak bisa menolak karena keluarga Cendana kuat banget masa itu,” lanjutnya.

Seperti diketahui, perhelatan Sea Games XIX memang didanai dari sumber dana Bantuan Presiden (Banpres). Di bawah kepimpinan Soeharto, diputuskan bahwa pemerintah memberikan pinjaman Rp 35 miliar kepada konsorsium penyelenggara.

“Bukannya dapat keuntungan dari acara Sea Games, negara malah harus keluar duit 35 miliar rupiah - kurs waktu itu - untuk ngutangin Bambang Tri,” jelas Denny.

Selepas acara, Denny menyebut Bambang pura-pura lupa kalau dirinya punya utang. Ia mengatakan, Bambang bahkan diberi fasilitas "bea masuk khusus" untuk impor mobil mewah khusus untuk Sea Games.

“Habis acara selesai, mobil-mobil berharga miliaran itu dijualnya dan negara kembali enggak dapat apa-apa. Belum pajak dari stiker yang enggak pernah masuk ke negara,” ujarnya.

Menurut Denny, tak ada yang berani menagih utang tersebut hingga datang masa pemerintahan Jokowi yang disebutnya keras kepala.

“Sri Mulyani, Menteri Keuangan menagih Bambang Tri triliunan rupiah piutang negara,” kata Denny.

“Bambang Tri tetap enggak mau bayar, Sri Mulyani mencekalnya sehingga tidak bisa ke luar negeri. Bahkan Sri Mulyani berencana akan memblokir semua rekening Bambang Tri,” tukasnya.

Diperiksa Soal Kasus Pembobolan Data Pribadi, Denny Siregar: Yang Lebih Seru Saat Nama 'Si Babeh' Keluar

Halaman: 
Penulis : Iskandar