logo


Sidak ke Gudang Bulog, Muhadjir Temukan Ini

Bobot harus 15 kilogram

18 September 2020 19:40 WIB

Menko PMK saat mengecek Gudang Bulog Gadang dan Kebon Agung, Malang, Jawa Timur, pada Jumat (18/9).
Menko PMK saat mengecek Gudang Bulog Gadang dan Kebon Agung, Malang, Jawa Timur, pada Jumat (18/9). ist

MALANG, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengecek Gudang Bulog Gadang, dan Gudang Bulog Kebon Agung, Malang, Jawa Timur.

Muhadjir mengecek beberapa aspek dari bantuan sosial (bansos) beras PKH yaitu ketersediaan beras, kualitas beras, dan bobot dari beras yang akan disalurkan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

"Saya sudah cek. Untuk ketersedian, Insyaallah tersedia untuk dibagikan ke KPM PKH. Kedua yaitu kualitas, secara random sudah saya cek ini termasuk yang baik. Dan ini menurut laporan Pak Kepala Kanwil Bulog Jawa Timur adalah beras lokal. Asli jenis padi IR, rasanya enak, pulen. Ketiga, bobot harus 15 kilogram. Jadi kalau ada 15 kilogram lebih 5 gram Itu berarti sudah pas, karena berat kemasannnya sekitar 4 gram," jelas Menko PMK usai mengecek Gudang Bulog Gadang dan Kebon Agung, Malang, Jawa Timur, pada Jumat (18/9).


Menuju Indonesia Emas, Menko PMK Sebut Membangun SDM Adalah Investasi Masa Depan

Dalam pengecekannya, Menko PMK masih menemukan sejumlah beras siap salur yang beratnya kurang dari 15 kilogram. Muhadjir meminta Pimpinan Kantor Wilayah Perum Bulog Jawa Timur untuk menimbang dan menambah beras yang beratnya kurang dari 15 kilogram hingga sesuai ketentuan yang ditetapkan.

"Tadi saya meninjau di Gudang Gadang, beratnya masih kurang. Jadi rata-rata beratnya di bawah 15 kilogram. Ya memang tidak sampai banyak kekurangan gramnya, tapi itu harus diubah. Saya sudah minta ke Pak Kakanwil dan kepala gudang, yang tidak sesuai beratnya harus dibongkar, semua harus dihitung dan ditimbang ulang," ujarnya.

"Karena kalaupun hanya selisih 5 gram tapi kan kurangnya nanti berkali lipat, dan ini tidak boleh. Kalau lebih, boleh, tapi kurang, tidak boleh," sambung dia.

Menyanggupi arahan pak Menko, Pimpinan Kantor Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Khozin menyanggupinya dan akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan kepala gudang dan agen yang melakukan packing untuk menambah kekurangannya. Dalam kesempatan itu juga, Menko PMK meminta secara khusus kepada rekan media untuk ikut memantau perkembangan bansos beras ini.

Sebagai informasi, program bansos beras 15 kilogram untuk KPM PKH di Provinsi Jawa Timur akan segera dilaksanakan. Di Provinsi Jawa Timur, jumlah KPM PKH yang akan mendapatkan bansos beras sebanyak 1,7 juta KPM. Beras di gudang Bulog sudah siap salur, dan diharapkan kepada pihak transporter dibantu pemerintah Kab/Kota Malang segera menyalurkan bantuan beras tersebut. Bantuan beras untuk Kabupaten Malang sebanyak 94.878 KPM, Kota Malang sebanyak 10.105 KPM, dan Kota Batu sebanyak 3.498 KPM.

Usai mengecek gudang Bulog, Menko PMK berkunjung ke e-Warong tempat transaksi penerima Program Kartu Sembako di Kelurahan Jodipan Kecamatan Blimbing, (Kampung Warna-Warni), Malang. Di sana, Menko PMK berinteraksi dengan para penerima Kartu Sembako PKH yang tengah melakukan transaksi pemanfaatan bantuan Kartu Sembako dan PKH, sedangkan uang tunai Rp 500 ribu untuk KPM Sembako murni sudah dimanfaatkan seluruh KPM. Sebelumnya, di sela pengecekan gudang Bulog, Menko PMK melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al-Abror Malang dan membagikan masker ke jamaah masjid.

Dalam rangkaian kunjungannya, Menko PMK didampingi Pimpinan Kantor Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Khozin, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Tb. Achmad Choesni, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Agus Suprapto, Asisten Deputi Bantuan dan Subsidi Tepat Sasaran Herbin Manihuruk.

Menko PMK Sebut Distribusi Bantuan Sosial Non Reguler Diperpanjang hingga Tahun Depan

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan