logo


AS Tuduh Hizbullah Timbun Senjata dan Ammonium Nitrat di Eropa

Salah satu pejabat di Kementerian Pertahanan AS menuding Hizbullah telah menimbun sejumlah senjata dan bahan kimia ammonium nitrat yang akan digunakan sebagai bahan peledak di sejumlah negara di Eropa

18 September 2020 15:14 WIB

Ilustrasi senjata
Ilustrasi senjata istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Amerika Serikat menuding Hizbullah sebagai pihak yang menimbun sisa-sisa senjata dan bahan kimia ammonium nitrat untuk dijadikan bahan peledak di sejumlah lokasi di Eropa dalam beberapa tahun terakhir ini. AS menuding hal tersebut digunakan sebagai persiapan serangan mereka di masa mendatang atas perintah Iran.

Tuduhan tersebut dilontarkan oleh Koordinator Kontra-Terorisme Kementerian Pertahanan AS, Nathan Sales. Ia meminta negara-negara Eropa untuk mengawasi secara ketat pergerakan kelompok Hizbullah tersebut.

Klaim AS tersebut muncul enam pekan setelah terjadinya insiden ledakan besar di pelabuhan Beirut, dimana sumber ledakan diyakini berasal dari sebuah gudang yang menyimpan bahan kimia ammonium nitrat dalam jumlah yang sangat besar.


Joe Biden: Saya Percaya Vaksin dan Para Ilmuwan, tapi Tidak Percaya Trump

Sebuah proses investigasi dari insiden yang menghancurkan Lebanon tersebut hingga saat ini masih berlangsung, dan Hizbullah sendiri dikabarkan memiliki peran yang signifikan dalam pengelolaan pelabuhan tersebut.

"Saya dapat mengungkapkan bahwa sisa (senjata Hizbullah) telah dipindahkan ke Belgia, Perancis, Yunani, Italia, Spanyol dan Swiss. Saya juga dapat mengungkap bahwa jumlah senyawa ammonium nitrat telah berhasil ditemukan atau dihancurkan di Perancis, Yunani, dan Italia," kata Sales dalam sebuah video dikutip dari The Guardian pada Jumat (18/9).

"Kami juga memiliki alasan untuk meyakini bahwa aktivitas ini masih dilakukan," tambahnya.

Sales juga menambahkan bahwa alasan Hizbullah menimbun bahan kimia tersebut di Eropa karena adanya perintah dari Iran.

Sementara itu, Inggris dan Jerman, serta Uni Eropa juga telah menganggap kelompok tersebut merupakan kelompok teroris yang harus diwaspadai, dan AS juga tengah melobi negara Eropa lain untuk mengikuti jejak Inggris dan Jerman.

"Hizbullah merupakan ancaman dan bahaya yang nyata bagi AS saat ini. Hizbullah juga merupakan ancaman bagi Eropa," kata Sales.

 

Lakukan Sosial Distancing dalam Pertandingan, Klub Sepakbola Jerman Ini Kalah 37-0

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia