logo


Menko PMK Sebut Distribusi Bantuan Sosial Non Reguler Diperpanjang hingga Tahun Depan

Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan bahwa bansos reguler diteruskan hingga akhir tahun, dan bansos non reguler akan diperpanjang hingga kuartal pertama tahun 2021 mendatang

18 September 2020 13:46 WIB

Menko PMK Muhadjir Effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah telah berkomitmen akan memperpanjang program jaring pengaman sosial hingga Desember 2020. Hal itu sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab pemerintah dalam menangani Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa berdasarkan asumsi perkembangan ke depan, bansos reguler akan tetap diteruskan hingga akhir tahun sementara bansos non reguler terus digulirkan hingga kuartal pertama 2021 hanya saja akan ada beberapa penyesuaian.

"Bahkan mungkin kuartal 2 juga, bansos nonreguler tersebut akan terus digulirkan. Memang banyak sekali paket yang kita gulirkan sesuai dengan segmen, masyarakat yang menerima bantuan juga tidak bisa diseragamkan. Pemberian bansos akan disesuaikan dengan segmen dan situasinya", ujarnya saat menjadi narasumber acara WeTalk live on Instagram Wartaekonomi, Kamis (17/9).


Menuju Indonesia Maju, Menko PMK Sebut Stunting Jadi Tantangan

Seiring evaluasi program bansos bagi masyarakat terdampak Covid-19, Presiden pun mewanti-wanti terutama menyangkut penggunaan anggaran. Salah satunya yang diperuntukkan membantu para pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM).

Menko PMK menyebut, pemerintah telah mengalokasikan sejumlah dana hibah untuk membantu pelaku UMKM. Diharapkan dengan itu, gairah ekonomi nasional akan kembali bangkit ditandai dengan meningkatnya UMKM.

"Untuk PKH yang sudah naik kelas juga kita dorong dengan memberikan akses modal pinjaman usaha, baik melalui jalur perbankan maupun skema lain," tuturnya.

Kendati demikian, tukas Muhadjir, untuk dapat kembali membangkitkan roda perekomian baik di sektor UMKM maupun pelaku usaha lainnya harus ada titik temu yaitu semangat dari penjual dan pembeli.

Menurutnya, tidak ada cara lain selain meyakinkan masyarakat kelas menengah ke atas yang selama ini takut keluar karena khawatir terpapar Covid-19 harus berani keluar untuk belanja.

"Di sini pentingnya kita membangun citra positif, mulai dari menjamin keamanan, kesehatan, mutlak harus dilakukan untuk menyelamatkan ekonomi," tandasnya.

Muhadjir menambahkan, pemerintah pusat dan daerah saat ini juga tengah menaikkan tensi penanganan Covid-19. Diantaranya, yakni dengan menggelar berbagai operasi guna meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Menuju Indonesia Emas, Menko PMK Sebut Membangun SDM Adalah Investasi Masa Depan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia