logo


Seorang Mantan Model AS Tuduh Trump Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Dirinya

Amy Dorris, seorang mantan model AS mengaku pernah mendapatkan tindakan pelecehan seksual dari Donald Trump

18 September 2020 12:39 WIB

Donald Trump
Donald Trump istimewa

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Amy Dorris, seorang mantan model mengaku pernah mendapatkan tindakan pelecehan seksual dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kejadian tersebut ia alami saat tengah menonton pertandingan tenis AS Terbuka 1997 silam saat masih berusia 24 tahun. Amy Dorris mengaku bahwa kejadian tersebut membuat dirinya merasa ‘muak’ dan ‘terhina’.

Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, Amy Dorris menuduh bahwa Trump, yang saat itu berusia 51 tahun, telah menyerang nya di luar kamar mandi VIP-nya dalam turnamen New York yang digelar pada 5 September 1997.

“Dia (Trump) mendorong lidahnya ke tenggorokan saya dan saya mendorong (tubuhnya). Dan saat itulah cengkeramannya menjadi lebih erat dan tangannya dengan keras meremas di seluruh bokong, payudara, punggung, dan semuanya," kata Dorris dikutip dari The Guardian pada Jumat (18/9).

“Saya berada dalam cengkeramannya, dan saya tidak bisa melepaskan diri,” tambahnya.

"Aku tidak tahu apa yang kamu sebut itu ketika kamu menjulurkan lidah ke tenggorokan seseorang. Tapi aku mendorongnya dengan gigiku. Saya mendorongnya. Dan saya pikir saya mungkin telah melukai lidahnya,” imbuh Dorris

Trump membantah keras tuduhan tersebut, dengan pengacaranya mengatakan dia tidak pernah melecehkan, menyalahgunakan atau berperilaku tidak pantas terhadap mantan model tersebut.


Uni Eropa Minta Turki Mundur dari Kawasan Mediterania Timur

Untuk memperkuat tuduhannya, Dorris bahkan menunjukkan bukti tiket turnamen US Open dan enam foto dirinya bersama Trump selama beberapa hari di New York. Selain itu, pernyataan Dorris juga dikuatkan oleh pengakuan sejumlah orang yang mendapat kabar tentang insiden itu dari Dorris, termasuk sang Ibunda dan seorang teman Dorris yang mengatakan bahwa mantan model itu menelepon mereka setelah terjadinya insiden tersebut.

Teman-teman Dorris lain, yang mendapat cerita dari Dorris beberapa tahun kemudian, juga mengatakan bahwa rincian penjelasan yang dilaporkan oleh The Guardian persis dengan apa yang Dorris gambarkan kepada mereka pada saat itu.

Sementara itu, pihak kuasa hukum Trump mengatakan bahwa pengakuan Dorris terkait insiden tersebut tidak sesuai dengan penyelidikan yang telah dilakukan. Mereka juga mengatakan bahwa jika memang Trump melakukan hal yang tidak pantas saat berada di luar kamar mandi VIP, tentunya ada sejumlah saksi mata yang melihatnya.

Antisipasi Konflik dengan China di Musim Dingin, India Suplai 150 Ribu Ton Material ke Ladakh

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia