logo


Menuju Indonesia Emas, Menko PMK Sebut Membangun SDM Adalah Investasi Masa Depan

Jumlah penduduk usia produktif yang besar merupakan peluang dalam menjalankan roda pembangunan yang dikenal sebagai ‘Bonus Demografi’.

18 September 2020 08:04 WIB

Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjadi keynote speaker pada webinar bertemakan "Pengembangan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, Kamis (17/9/20).
Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjadi keynote speaker pada webinar bertemakan "Pengembangan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, Kamis (17/9/20). Humas Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjadi keynote speaker pada webinar bertemakan "Pengembangan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, Kamis (17/9/20). Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir mengaku, pihaknya menaruh perhatian besar pada isu kependudukan. Terutama kaitannya dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang maju dan berkualitas.

“Masa depan suatu bangsa dan negara terletak pada kemampuan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang maju dan berkualitas. Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) adalah investasi untuk menghadapi masa depan,” tegasnya.

Beliau juga menegaskan bahwa kekayaan alam atau SDA tidak ada artinya tanpa kualitas SDM yang baik. Karena SDA ada batas jumlah dan waktu. Berdasarkan Hasil Survei Pendudukan Antar Sensus (Supas), lanjut dia, tahun 2015 tentang Proyeksi Penduduk Indonesia, di 2020, Indonesia akan memiliki 269,6 juta penduduk dan pada periode emas 2045 diperkirakan mencapai 309 juta. Saat ini 68,7 persen jumlah penduduk adalah penduduk usia produktif (15-64 tahun).


Ingatkan Gubernur, Muhadjir: Jangan Sampai Tangani COVID-19 Tapi Ekonomi Bermasalah

Jumlah penduduk usia produktif, sambung Muhadjir, yang besar merupakan peluang dalam menjalankan roda pembangunan yang dikenal sebagai ‘Bonus Demografi’. “Peluang bonus demografi ini harus kita raih, dan hanya akan dapat tercapai jika kita bekerja sama dan bekerja keras diluar business as usual terutama dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, mandiri dan beradab,” imbuhnya lagi.

Muhadjir menjelaskan, pembangunan SDM yang berkualitas harus dilihat dari pendekatan Human Capital Life Cycle. Pembangunan SDM yang berkualitas mencakup semua tahapan kehidupan manusia dan berproses terus-menerus. Untuk penyederhanaan, siklus tersebut dapat dipilah kedalam lima fase.
Yakni, kehamilan dan anak usia dini, belajar atau Dikdasmen, mahasiswa alias pendidikan tinggi, angkatan kerja dan berkeluarga dan yang terakhir lansia.

Diperlukan keterpaduan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian dalam pembangunan SDM Indonesia. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 153 Tahun 2014 tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK), dengan tujuan utamanya adalah tercapainya kualitas penduduk yang tinggi sehingga mampu menjadi faktor penting dalam mencapai kemajuan bangsa. Namun dalam pelaksanaannya GDPK tersebut belum berjalan optimal. Diperlukan evaluasi lebih lanjut agar GDPK dapat mengikuti perkembangan atau dinamika sosial saat ini dan masa depan.

Grand Design pembangunan kependudukan perlu dilakukan pengembangan mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pendekatan dengan lima pilar, yaitu pengendalian kuantitas, peningkatan kualitas, pem-bangunan keluarga, pengerahan mobilitas dan penataan administrasi kependudukan. “Mari kita wujudkan SDM yang berkualitas, maju, berdaya saing dan berkepribadian,” tutupnya.

 

Menuju Indonesia Maju, Menko PMK Sebut Stunting Jadi Tantangan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati