logo


Soal Konser di Kampanye, Satgas Covid-19: Itu Dilarang

Wiku meminta calon kepala daerah berkampanye dengan cara yang bisa melindungi keselamatan masyarakat.

17 September 2020 19:30 WIB

Jubir Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito
Jubir Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pikiran rakyat

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa kampanye Pilkada 2020 yang menimbulkan kerumunan masyarakat dilarang. Hal itu menanggapi Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2020 yang mengizinkan konser musik saat kampanye.

"Sekali lagi kami ulangi, jangan menciptakan kerumunan, karena kerumunan tersebut memiliki risiko meningkatkan penularan (Corona), dan semua kegiatan kampanye yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi penularan itu dilarang," kata juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Setpres, Kamis (17/9).

Wiku meminta calon kepala daerah berkampanye dengan cara yang bisa melindungi keselamatan masyarakat.


Konser Musik Diizinkan Saat Kampanye Pilkada, KPU: Tidak Bisa Mengubah dan Meniadakannya

"Silakan berkampanye dengan cara lain supaya betul-betul bisa melindung keselamatan masyarakat," ucap Wiku.

"Kami perlu sampaikan prinsip salus populi suprema lex esto, keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi. Itu yang harus kita jaga betul," imbuhnya.

Ia meminta semua pihak untuk mengantisipasi agar konser dalam kampanye tidak digelar.

"Kita harus mengantisipasi kemungkinan adanya konser atau acara yang digelar yang berpotensi menimbulkan kerumunan, dan penularan. Mohon agar menyesuaikan supaya kegiatan-kegiatan tersebut tidak menimbulkan kerumunan dan penularan dengan cara dilakukan dengan cara digital, tanpa mengumpulkan massa secara fisik, sehingga menimbulkan kerumunan," kata Wiku.

DPR Minta KPU Cabut Ijin Gelar Konser Musik dalam Kampanye Pilkada

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata