logo


KPU Bolehkan Konser untuk Kampanye, Pengamat: Jangan Sampai Rakyat yang Jadi Korban!

Menurut Ujang, kampanye bisa dilakukan dengan cara yang smart dan elegan.

17 September 2020 18:30 WIB

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin. wikipedia.org

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rencana KPU memperbolehkan peserta Pilkada serentak 2020 menggelar konser saat musim kampanye mendapat kecaman dari sejumlah kalangan.

Pengamat politik Ujang Komarudin turut menyayangkan keputusan KPU tersebut karena dapat memicu kerumunan massa.

“Di masa pandemi saat ini, jangan membuat kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak massa,” kata Ujang di Jakarta, seperti dilansir dari PojokSatu.id, Kamis (17/9).


Masker Scuba Dilarang, Berapa Harganya?

Ujang menilai kebijakan terkait perizinan konser untuk kampanye berpotensi memunculkan klaster baru penularan Virus Corona di sejumlah daerah. Ia mencatat lebih dari 60 calon kepala daerah telah tertular Covid-19.

“Masa iya ingin menularkannya ke pendukung dan simpatisannya. Jangan sampai rakyat yang jadi korban,” ujar Ujang.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPW) itu menyebut konser di tengah pandemi sebaiknya dihindari. Menurutnya, kampanye bisa dilakukan dengan cara yang kreatif dan inovatif.

“Cari kegiatan lain yang lebih smart dan elegan untuk mendapatkan simpati para pemilih. Kecuali konser online, itu masih bisa dilakukan. Karena masyarakat bisa menyaksikan di rumah masing-masing,” tutupnya.

Data Terbaru Kasus Covid-19 Hari Ini, Kasus Positif Bertambah 3.635

Halaman: 
Penulis : Iskandar