logo


Antisipasi Konflik dengan China di Musim Dingin, India Suplai 150 Ribu Ton Material ke Ladakh

Militer India mengirimkan pasukan tambahan dan bahan logistik mereka ke wilayah Ladakh

17 September 2020 16:49 WIB

Pegunungan Himalaya
Pegunungan Himalaya istimewa

NEW DELHI, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan India Rajnath Singh pada Selasa (15/9) mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk mengirimkan seluruh jaringan logistik dan menerjunkan ribuan pasukan mereka ke wilayah perbatasan India-China di pegunungan Himalaya.

Kepada parlemen India, Singh mengatakan India menuding China telah berupaya secara sepihak mengakhiri status quo kawasan perbatasan LAC dan melanggar kesepakatan bilateral.

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa militer India harus bertindak dengan meningkatkan jumlah pasukan di garis depan untuk menghalau aksi China tersebut.


AS Minta Sanksi Embargo Senjata Iran, PBB: Menarik Pelatuk tapi Tak Ada Peluru yang Keluar

"Kita telah melakukan hal yang sama untuk mengimbangi peningkatan jumlah pasukan militer China," kata Kementerian Pertahanan India dikutip dari Al Jazeera pada Kamis (17/9).

Suhu udara di kawasan Ladakh dapat turun hingga dibawah nol derajat di musim dingin, dimana pasukan militer akan ditugaskan di ketinggian lebih dari 5000 meter diatas permukaan laut dimana kadar oksigen juga menipis.

Selama musim dingin, wilayah Ladakh juga tertutup oleh salju sehingga sangat sulit untuk diakses. Oleh karena itu, pasukan India juga berencana untuk mengirimkan lebih dari 150 ribu ton material ke kawasan tersebut sebelum musim dingin datang.

"Semua suplai yang kita perlukan tengah dikirimkan ke semua tempat yang memerlukan," kata Mayjend Arvind Kapoor, Kepala Staf pasukan 14 tentara India.

Pada Selasa pagi, pesawat pengangkut milik AU India dan sejumlah pesawat tempur mereka dikabarkan mendarat di sebuah pangkalan militer India di Ladakh. Pesawat tersebut membawa sejumlah personil pasukan dan bahan material.

"Di tempat seperti Ladakh, operasi logistik merupakan hal yang sangat penting," kata Kapoor.

"Dalam dua puluh tahun terakhir ini, kami telah menguasainya," tukasnya.

Uni Eropa Minta Turki Mundur dari Kawasan Mediterania Timur

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia