logo


Perusahaan Pemilik TikTok Ingin Kembangkan Game buat Saingi Tencent

ByteDance berencana membuka hampir seribu lowongan pekerjaan untuk mengisi posisi dalam divisi pengembangan game

17 September 2020 15:29 WIB

ByteDance
ByteDance istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Induk perusahaan TikTok, ByteDance, dikabarkan berencana untuk mengambah dunia game dengan membuka hampir 1000 lowongan pekerjaan di tahun 2021 mendatang. Meski demikian, sejumlah pengamat mengatakan bahwa divisi gaming perusahaan tersebut masih terlalu kecil untuk bersaing dengan sejumlah perusahaan pengembang lainnya seperti NetEase dan Tencent.

Menurut sebuah iklan lowongan pekerjaan yang dirilis oleh ByteDance pada Senin awal pekan ini, perusahaan tersebut tampaknya mengincar para mahasiswa dengan menyediakan lebih dari 900 posisi pada divisi pengembangan game mereka. Posisi yang mereka tawarkan tersebut nantinya berada di bawah studio pengembang game Zhaoxi Guangnian Information Technology, yang memiliki sejumlah kantor di Beijing, Hangzhou dan Shanghai.

ByteDance tampaknya tengah mencoba untuk mengikuti jejak Tencent yang berhasil meraup pundi-pundi keuntungan dari jutaan pengguna game yang mereka kembangkan, seperti PUBG Mobile.


TikTok Berusaha Hapus Video Bunuh Diri, Facebook: Kami Sudah Hapus Video Aslinya

Liao Xuhua, seorang analis yang bekerja di perusahaan riset Analysys International, mengatakan bahwa meskipun ByteDance berhasil mengisi penuh lowongan mereka tersebut, namun jumlah itu masih kurang. Sejumlah perusahaan pengembang game di China bahkan memiliki lebih dari 10 ribu karyawan.

"NetEase Games, contohnya, memiliki lebih dari 10 ribu (karyawan). Jadi, jika ByteDance ingin menjadi sebuah perusahaan raksasa, jumlah tim divisi gaming mereka masih terlalu kecil," kata Liao Xuhua dikutip dari South China Morning Post pada Kamis (17/9).

Sebagaimana diketahui, pendapatan yang dihasilkan dari sektor industri game di China beberapa bulan belakangan ini meledak, terlebih dengan diberlakukannya kebijakan lockdown sehingga banyak orang yang menghabiskan waktu di dalam rumah dengan bermain game online. Laporan terbaru dari Tencent Cloud dan tim riset China CNG memperkirakan pendapatan total untuk industri gaming pada tahun 2020 ini mencapai USD 39.6 Miliar. Angka yang cukup fantastis tersebut hanya dihasilkan dari pasar China saja dan belum termasuk pendapatan industri game secara global.

"Coba tengok sejumlah game buatan Tencent. Jika mereka tidak berhasil meraup lebih dari 200 juta Yuan pada bulan pertama, maka hal itu mereka anggap sebagai sebuah kegagalan," kata Zheng Jintiao, salah satu analis GamerBoom.

Untuk mendapatkan keuntungan besar dalam industri game, tentunya perusahaan pengembang perlu membuat sejumlah variasi game.

"Tidak ada seorang pun yang mengetahui game mana saja yang telah mereka buat, yang akan meraih kesuksesan," kata Liao.

"Mereka harus mengusahakan semua game tersebut dalam waktu yang bersamaan, berharap salah satunya berhasil," tambahnya.

ByteDance Tak Akan Jual TikTok kepada Microsoft

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia