logo


Uni Eropa Minta Turki Mundur dari Kawasan Mediterania Timur

Sejumlah petinggi Uni Eropa meminta pemerintah Turki untuk mundur dari wilayah perairan Mediterania Timur dan menghentikan proyek eksporasi migas mereka di dekat teritorial Siprus

17 September 2020 15:00 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Republika

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Para petinggi Uni Eropa pada Rabu (16/9) memberikan peringatan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk menghentikan tindakan intimidasi mereka kepada sejumlah negara tetangga, terkait adanya ketegangan semakin meningkat di kawasan perairan Mediterania timur.

Peringatan tersebut muncul saat Ankara menyatakan bahwa kapal pengebor mereka, Yavuz, akan melanjutkan program pencarian minyak dan gasnya di lepas pantai Siprus hingga 12 Oktober mendatang meski pihak internasional mendesak mereka untuk mundur.

Ankara sendiri telah memicu kemarahan Uni Eropa dengan mengirimkan sejumlah kapal penelitian mereka yang dikawal oleh angkatan laut untuk mengeksplorasi wilayah perairan yang diklaim sebagai wilayah teritorial Yunani.


Bukan Terorisme, PBB Sebut Ancaman Keamanan Nomer 1 Dunia saat Ini adalah Sars-Cov-2

Kapal Yavuz sendiri nantinya akan ditemani oleh tiga kapal Turki lainnya, dan Turki mengatakan kepada semua kapal lainnya ‘sangat disarankan untuk tidak memasuki’ kawasan tersebut.

"Turki akan selalu menjadi negara penting di kawasan, tetapi meskipun wilayah kami berdekatan di peta, namun jarak hubungan mereka dengan kami tampaknya semakin melebar," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Rabu, dikutip dari eurasiareview.com pada Kamis (17/9).

“Ya, Turki saat ini berada di lingkungan yang bermasalah. Dan ya, mereka menampung jutaan pengungsi yang kami dukung dengan dana cukup besar. Tapi hal itu bukan menjadi pembenaran untuk upaya dalam mengintimidasi negara tetangganya,” jelas Von der Leyen.

Sementara itu, kepala Dewan Eropa Charles Michel menyatakan bahwa Uni Eropa akan membela hak Siprus.

"Uni Eropa berdiri dalam solidaritas dengan Siprus karena menghadapi situasi yang gawat. Saya yakin kita harus sangat tegas dalam hal membela hak-hak semua negara anggota, termasuk Siprus,” tegas Michel.

Michel diketahui telah berada di Siprus sebelum digelarnya pertemuan darurat pejabat tinggi Uni Eropa pada pekan depan. Dalam pertemuan tersebut, mereka akan melakukan pembahasan mengenai tindakan Turki di kawasan Mediterania Timur dan kemungkinan dijatuhkannya sanksi terhadap Turki.

AS Minta Sanksi Embargo Senjata Iran, PBB: Menarik Pelatuk tapi Tak Ada Peluru yang Keluar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia