logo


Menkes Sebut Masih Ada 3.500 Dokter Cadangan, DPD RI: Dokter Bukan Stok Barang

Senator yang juga berlatar belakang dokter ini menilai pernyataan Menkes tersebut sangat menyinggung melukai hati dokter yang bertaruh nyawa dalam perang menghadapi Pandemi Covid -19.

17 September 2020 13:26 WIB

 Anggota DPD RI, Jihan Nurlela
Anggota DPD RI, Jihan Nurlela Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang menyebutkan masih ada 3500 dokter magang/cadangan untuk menghadapi pandemic Covid 19 di Indonesia dikritik oleh Anggota DPD RI, Jihan Nurlela.

“Alih-alih berempati atas gugurnya ratusan sejawatnya karena Covid-19, Pak Menteri Terawan malah mengeluarkan pernyataan yang lagi-lagi membuat tidak nyaman para sejawatnya (dokter),” ujar Jihan Nurlela di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

“Setelah sebelumnya Terawan alpa dalam undangan doa bersama IDI atas gugurnya 100 dokter akibat covid, sekarang pernyataan itu keluar dari menteri kesehatan yang dia adalah pemimpin dalam perang melawan covid-19,” imbuhnya.


Pemerintah Diminta Tidak Berbisnis Vaksin dengan Rakyat Indonesia

Senator yang juga berlatar belakang dokter ini menilai pernyataan Menkes tersebut sangat menyinggung melukai hati dokter yang bertaruh nyawa dalam perang menghadapi Pandemi Covid -19.

“Sedih sekali rasanya seolah tenaga medis itu seperti stok gudang atau barang, energi yang ada pada narasi beliau (Menteri Terawan) masih sama seperti pada awal kemunculan COvid 19, energi keangkuhan,” tuturnya.

dr, Jihan Nurlela mengatakan Menteri Terawan bukan sekali ini saja membuat pernyataan kontroversi. Seperti pernyataan seolah-olah orang miskin menularkan penyakit kepada orang kaya, dan pernyataan kontroversi lainnya.

Menurut dia pernyataan-pernyataan menteri Terawan mencerminkan buruknya komunikasi publik yang bersangkutan.

“Pernyataan kontroversi yang bersangkutan, mencerminkan bagaimana buruknya komunikasi publik menteri kesehatan,” pungkasnya.

Usulan PB IDI Bentuk Komite Keselamatan Kesehatan, Dasco: Tenaga Medis Harus Dapat Perhatian Lebih

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar