logo


Indonesia Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Ekonomi Meski Vaksin Covid-19 Ditemukan

Sri Mulyani mengatakan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi akan membutuhkan waktu yang lama

17 September 2020 10:00 WIB

Menkeu, Sri Mulyani
Menkeu, Sri Mulyani Kemenkeu

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai pemulihan ekonomi nasional sebagai dampak dari pandemi memerlukan waktu yang relatif lama meskipun nantinya telah ditemukan sebuah vaksin Covid-19 yang aman dan efektif. Hal tersebut dikarenakan pemberian vaksin kepada seluruh masyarakat Indonesia juga akan memakan waktu yang tidak cepat.

“Meski muncul harapan dan pembahasan tentang penemuan vaksin, namun akan membutuhkan waktu lebih lama bagi tiap negara untuk dapat mengatasi covid-19 yang sejalan dengan tujuan untuk memulihkan perekonomian,” kata Sri Mulyani, Kamis (17/9).

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan aturan protokol kesehatan mengingat penambahan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi.


Program Pelatihan Wirausaha Kuliner untuk Penyandang Tuli, Teten Masduki: Bangun Sistem Ekonomi Inklusif

“Masih terlalu dini untuk memperkirakan pemulihan ketika kita masih berjibaku dengan covid-19,” imbuhnya.

Sri Mulyani memperkirakan bahwa diberlakukannya aturan PSBB Jakarta membuat pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga tahun ini mengalami kontraksi yang lebih dalam dari dugaan sebelumnya.

“Estimasi kami untuk pertumbuhan ekonomi 2020 di kuartal III seperti yang sudah saya sampaikan di DPR beberapa kali, di kisaran 0,0 persen hingga minus 2,1,” tuturnya.

Meski demikian, ia menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia sejauh ini masih lebih baik daripada negara-negara anggota ASEAN lainnya. Namun, ia memperingatkan bahwa hal itu tidak berarti ekonomi Indonesia aman dari krisis.

“Secara total 2020, proyeksi kami masih di kisaran minus 1,1 persen hingga 0,2 persen. Namun, mungkin tone-nya kami melihat dalam kisaran ini karena seperti yang terjadi di DKI Jakarta kami harus persiapkan kemungkinan kita berada di lower end,” tandasnya.

Sri Mulyani Sebut Perusahaan Asuransi Dalam Negeri Tak Akan Mampu Tanggung Kerugian BMN

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia