logo


Sindir Etika Ahok, PDIP Sebut Persoalan Pertamina Harusnya Disampaikan di RUPS Bukan Melalui YouTube

PDIP sebut seorang pejabat harus memahami etika mengeluarkan pernyataan

17 September 2020 05:15 WIB

Basuki Tjahaja Purnama
Basuki Tjahaja Purnama Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dar Fraksi PDIP Bima Arya menilai pernyataan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait permasalahan PT Pertamnia (Persero) tidak tepat.

"Dalam urusan itu, Ahok tidak tepat, dia bicara yang dia adalah sebagai Komut (Komisaris Utama Pertamina)," kata Aria seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (16/9/2020).

Aria lantas mempertanyakan etika Ahok sebagai pejabat publik dalam menyampaikan suatu pernyataan. Menurutnya, Ahok harusnya menyampaikan permasalahan Pertamina di forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), bukannya di media sosial.


Perluas Akses Energi, Pertamina Tambah 6 Pertashop di Bekasi dan Purwasuka

"Dalam urusan substansi, sebenarnya yang disampaikan Ahok itu sama dengan yang dibicarakan kami di rapat dengan Direktur Utama Pertamina dan Menteri BUMN bahwa Pertamina itu harus masuk era yang lebih mencari persoalan mendasar dan bagaimana Pertamina lebih transparan dalam konteks GCG (good corporate govermence) dan korporasinya," ujarnya.

"(Tapi) itu ada ruang dan waktu yang diatur oleh manajemen dalam tugas dia sebagai Komut (Pertamina) yang mana setiap mempersoalkan masalah yang ada, ada forum ruangnya yaitu RUPS dan kepada siapa dia berbicara itu juga kepada kuasa pemegang saham yaiitu pemerintah dalam hal ini Menteri BUMN," pungkasnya.

Ahok Sebut Kadrun Akan Demo Jika Jadi Dirut, Fadli: Rasis Juga Memecah Belah

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati