logo


WTO Sebut AS Langgar Aturan Dagang Global, Trump Kalah Perang Dagang dengan China?

WTO menyatakan bahwa pemberlakuan tarif terhadap produk impor asal China oleh pemerintah AS merupakan pelanggaran aturan perdagangan global

16 September 2020 13:18 WIB

AS-China
AS-China istimewa

JENEWA, JITUNEWS.COM - Badan Perdagangan Dunia (WTO) pada Selasa (15/9) menyatakan bahwa AS telah melakukan pelanggaran terhadap aturan perdagangan global dengan memberlakukan tarif impor miliaran dollar kepada China dalam perang dagang antara kedua negara.

Tiga anggota panel WTO mengatakan bahwa pelanggaran tersebut dilakukan karena tarif tersebut hanya diberlakukan oleh pemerintahan Trump kepada China, dan besaran tarif tersebut melebihi tingkat maksimum pemberian tarif yang telah disepakati.

Hal tersebut tentunya membuat Washington berang.


Trump Sebut Vaksin Covid-19 Akan Segera Siap dalam Waktu Tiga Pekan

"Laporan panel ini menyatakan apa yang telah dikatakan oleh pemerintahan Trump selama empat tahun terakhir ini: (Bahwa) WTO sama sekali tidak cukup untuk menghentikan praktik teknologi berbahaya China," kata Robert Lighthizer, perwakilan dagang AS dikutip dari Reuters pada Rabu (16/9).

Sementara itu, pihak China mendukung dan menghormati keputusan WTO dan berharap AS juga melakukan hal yang sama.

Selama terjadinya perang dagang sejak dua tahun terakhir, Pemerintahan Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif terhadap semua komoditas impor China. Besaran tarif tersebut mencapai lebih dari USD 500 miliar sebelum kedua negara menandatangani kesepakatan dagang fase pertama pada Januari 2020 lalu.

Kendati demikian, AS masih memberlakukan tarif tambahan terhadap produk impor China yang mencapai nilai USD 370 dan telah mengumpulkan bea masuk mencapai USD 62,16 miliar sejak tahun 2018.

AS sendiri terpaksa memberlakukan tarif tersebut karena menganggap China telah mencuri kekayaan intelektual mereka dan memaksa perusahaan-perusahaan AS untuk mentransfer teknologi mereka untuk mendapatkan akses ke dalam pasar China.

Mantan Karyawan Ungkap Facebook Gagal Hentikan Manipulasi Politik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia