logo


PSI Temukan Banyak Kejanggalan dalam Usulan Pencairan Dana Cadangan DKI Jakarta

Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Viani Limardi mengatakan bahwa usulan pencairan dana cadangan DKI Jakarta banyak terdapat pos anggaran yang tidak mendesak

16 September 2020 11:30 WIB

PSI
PSI istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Viani Limardi menilai usulan pencairan dana cadangan pemprov DKI Jakarta banyak terdapat kejanggalan.

"Kami menemukan empat kejanggalan dalam proses pelaksanaan anggaran tahun 2020, sehingga pencairan dana cadangan ini perlu dipertanyakan," kata Viani dalam keterangan tertulisnya dikutip dari CNNIndonesia pada Rabu (16/9).

Empat kejanggalan yang ia temukan tersebut merupakan pos anggaran yang tidak mendesak yang belum dihapus, seperti rencana pengadaan tanaman hias senilai Rp 115 miliar dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, angaran belanja rescue truck dan robot pemadam kebakaran senilai Rp 45 miliar, pengadaan komputer server sebesar Rp 128 miliar oleh Badan Pendapatan Daerah dan sejumlah anggaran tak mendesak lain dari sejumlah dinas yang mencapai Rp 370 miliar.


Digugat Hadi Pranoto Rp150 T, Muannas: Aneh dan Cuma Akal-akalan

"Sampai sekarang belum ada kejelasan apakah anggaran-anggaran seperti itu dipertahankan atau dicoret," ucap Viani.

Viani mengatakan bahwa kondisi perekonomian Jakarta tengah terpuruk akibat adanya pandemi covid-19, dan diprediksi akan semakin memburuk pada tahun 2021 mendatang. Oleh karena itu, ia meminta dana cadangan harus digunakan untuk menangani kondisi yang darurat.

"Jangan sampai mencairkan dana cadangan, tapi anggaran yang ada malah dipakai untuk belanja kegiatan yang tidak mendesak, apa iya lebih penting tanaman daripada orang kelaparan karena kehilangan pekerjaan?" tambahnya.

Soal Nilai Tukar Rupiah, Denny: Andai Presiden Bisa Pecat Gubernur, Anies Dipecat Kedua Kalinya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia