logo


Sri Mulyani Sebut Perusahaan Asuransi Dalam Negeri Tak Akan Mampu Tanggung Kerugian BMN

Menkeu tidak yakin jika total kerugian Barang Milik Negara dapat ditanggung oleh perusahaan-perusahaan asuransi dalam negeri

16 September 2020 11:15 WIB

Menteri keuangan Sri Mulyani
Menteri keuangan Sri Mulyani Dok. Kemenkeu

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa kerugian total semua Barang Milik Negara (BMN) tidak akan mampu ditanggung oleh perusahaan-perusahaan asuransi dalam negeri. Ia menyebut bahwa Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) yang terbakar pada Sabtu (22/8) bahkan belum diasuransikan.

"Kejaksaan belum termasuk yang diasuransikan. Sangat disayangkan dalam hal ini, kalau yang disebut total loss insurance itu konsekuensinya gede banget, industri asuransi kita di dalam negeri mungkin tidak akan mampu," ujarnya dalam rapat bersama Komisi XI, Selasa (15/9) dilansir dari CNNIndonesia pada Rabu (16/9).

Untuk tahun 2020 ini, Kementerian Keuangan sendiri sebenarnya telah berencana untuk mengasuransikan 10 gedung kementerian dan lembaga untuk mengamankan aset pemerintah, khususnya yang berada di wilayah yang beresiko tinggi mengalami bencana alam.


Pemerintah Suntikkan Modal Triliunan ke BUMN, Iwan Fals: Kecepretan Buat Bikin Konser, Keren Nih

"Asuransi aset negara, tergantung kapasitas industri asuransi dalam negeri dan konsekuensi fiskal. Kami sudah mulai dengan semua aset di Kementerian Keuangan, sudah insurance (diasuransikan) kalau itu," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan juga telah berencana untuk merenovasi Gedung Kejagung mulai tahun depan.

"Jadi paling cepat (renovasi) tahun depan, 2021, kalau bisa dimasukkan dalam penyusunan RAPBN 2021," ujar Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatarwata belum lama ini.

Meski demikian, Isa belum dapat memastikan berapa besar anggaran belanja negara yang akan dihabiskan untuk proses renovasi tersebut.

"Maklum, ini bangunan dibangun 1970-an. Waktu itu nilainya Rp7 jutaan, tapi sekarang dari revaluasi terakhir Rp155 miliar dengan adanya beberapa tambahan renovasi, nilai buku terakhir yang dicatat Rp161 miliar," jelasnya.

Mobil Mewahnya Terbakar, Ini Syarat Via Vallen Dapatkan Ganti Rugi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia