logo


PDIP Ragukan Kesiapan Proyek Food Estate di Kalteng Dapat Terlaksana Tahun 2020

Berdasarkan data yang didapat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), irigasi di lahan tersebut baru akan diperbaiki

16 September 2020 09:51 WIB

Seorang petani memikul padi hasil panen.
Seorang petani memikul padi hasil panen. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin meragukan lahan pertanian seluas 30.000 hektar di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang akan dijadikan mega proyek food estate bisa ditanami pada tahun ini.

Pernyataan tersebut menanggapi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengatakan bahwa Kementan berupaya menyelesaikan mega proyek food estate seluas 30.000 hektar hingga akhir tahun 2020.

Sudin mengungkapkan bahwa dirinya sudah meninjau lahan tersebut pada awal 2020, dimana lahan tersebut belum memiliki saluran irigasi yang layak pakai. Berdasarkan data yang didapat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), irigasi di lahan tersebut baru akan diperbaiki.


Pangan Terancam Akibat Pandemi, Jadi Alasan Jokowi Tugaskan Prabowo

“Pak, saya pernah menengok ke sana. 30.000 Ha itu masih rusak berat setahun yang lalu. Ya. Januari atau Februari saya sudah meninjau ke sana. Rusak berat, masih dalam perbaikan. Makanya tadi saya tanyakan, apakah bisa ditanam 30.000 Ha? Pakai apa tanamnya?,” ujar Sudin saat Komisi IV DPR RI rapat kerja dengan Kementan di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2020)

“30.000 Ha itu banyak lho. Kalau melibatkan tenaga kerja, itu mungkin puluhan ribu (tenaga kerja). Apakah ada tenaga kerja di sana? Sedangkan tenaga kerja di sana itu kan sangat kekurangan," tegas Sudin.

Politisi PDI Perjuangan ini menekankan, Kementan tidak perlu memasang target yang terlalu muluk, agar bisa dicapai. Kalau ada yang tidak tercapai, itu pun tidak terlalu jauh dari target.

“Ini yang jadi pertanyaan saya. Jangan target setinggi langit, pencapaian sekaki bukit. Saya nggak mau target terlalu tinggi, tiba-tiba enggak tercapai. Yang namanya enggak bagus siapa? Ya Menteri. Nanti rakyat tinggal menghujat, DPR-nya bodoh, mau saja dibohongi," kritik Sudin.

Menjawab pertanyaan tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa lahan tersebut bisa mulai ditanami, pasalnya saluran irigasi primer, tersier, dan sekundernya telah tersedia, tinggal manajemen in-out nya saja dari 30.000 Ha itu.

Terkait dengan SDM yang akan terlibat pada pengerjaan lahan insentifikasi tersebut, Syahrul menjelaskan saat ini sudah ada tenaga kerja yang berasal dari petani transmigran dari Pulau Jawa, dan juga 300 orang Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD.

"Dan kami sediakan alat berat di sana, termasuk traktor yang sudah tersedia lebih dari 150 buah," tandas Syahrul.

Food Estate, Strategi Menghadapi Krisis (Bagian 1)

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar