logo


Tak Ingin RI Jadi Negara Boneka, Prabowo Dorong Diplomasi Konflik LCS

Prabowo klaim tak akan jual kedualatan di LCS

16 September 2020 08:15 WIB

Dahnil Anzar Simanjuntak
Dahnil Anzar Simanjuntak Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Staf Khusus Menteri Pertahanan (Menhan) Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa Menhan Prabowo tidak akan bergabung dengan negara yang tengah berkonflik di Laut China Selatan (LCS).

"Jadi dalam kondisi apapun, Indonesia tidak akan terlibat dalam aliansi-aliansi militer dan konflik di Laut China Selatan. Tapi tentu Indonesia, Pak Prabowo terus dorong diplomasi melalui Bu Menlu termasuk melalui Pak Prabowo sendiri," kata Dahnil dalam siaran langsung di akun Istagram Pintarpolitik, Selasa (15/9/2020).

Ia juga menegaskan bahhwa Indonesai tidak akan menjadi negara boneka bagi kedua bela pihak yang tengah berkonflik di LCS, termasuk ke China yang kerap memberi bantuan ke Indonesia.


China Uji Coba Rudal Balistik di Laut China Selatan, Pentagon Meradang

"Jadi yang jelas kita tidak akan mungkin mau diseret-seret apalagi jadi battle ground konflik kedua negara tersebut seperti negara-negara lain, termasuk kita tentu tidak akan bersedia jadi proxy negara manapun," jelasnya.

Diketahui, klaim China atas Laut China Selatan tidak diakui oleh hukum internasional. Hal tersebut membuat sejumlah kawasan disekitarnya meradang, pasalanya kawasan tersebut menjadi terdampak konflik. Wilayah yang terdampak antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Taiwan.

Imbangi Dominasi China, Negara Ini Minta AS Bangun Fasilitas Militer di Wilayahnya

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati