logo


Dianggap Produk Hasil Kerja Paksa Muslim Uighur, AS Blokir Komoditas Impor dari Xinjiang

Pemerintah AS memblokir produk-produk impor yang berasal dari wialayah Xinjiang, China

15 September 2020 14:30 WIB

Kapal Kargo
Kapal Kargo istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah AS akan segera memblokir semua produk impor China yang berasal dari kawasan Xinjiang. AS menuding produk-produk tersebut merupakan hasil dari kerja paksa etnis muslim minoritas Uighur.

Beberapa komoditas impor dari Xinjiang yang diblokir AS diantaranya produk garmen, kapas, part komputer, dan lain-lain.

"Pelanggaran yang luar biasa terhadap hak asasi manusia ini memerlukan respon yang luar biasa," kata Kenneth Cuccinelli, salah satu pejabat di Kementerian Keamanan Nasional AS dikutip dari BBC pada Selasa (15/9).


Vaksin Covid-19 China Siap Digunakan untuk Umum mulai November Ini

"Ini merupakan perbudakan di jaman modern," tambahnya.

Sementara itu, Mark. A. Morgan, Komisioner Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan sebuah pesan yang jelas bagi komunitas internasional bahwa pemerintah AS tidak dapat mentolerir praktek-praktek eksploitasi tenaga kerja melalui kerja paksa yang tidak berperikemanusiaan.

"Kerja paksa adalah sebuah penindasan HAM yang mengerikan," katanya.

"Pemerintahan Donald Trump tidak akan tinggal diam dengan mengijinkan perusahaan asing untuk memberlakukan kerja paksa kepada para karyawannya, dan membahayakan perusahaan-perusahaan AS yang menghargai HAM dan aturan hukum," tandasnya.

Pemerintah Hong Kong Sebut 12 Warganya yang Ditahan di China Daratan Bukan Aktivis Pro-Demokrasi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia