logo


Pemerintah Hong Kong Sebut 12 Warganya yang Ditahan di China Daratan Bukan Aktivis Pro-Demokrasi

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menegaskan bahwa kedua belas warganya yang saat ini ditangkap dan ditahan oleh pemerintah China Daratan bukanlah kelompok aktifis pro-demokrasi, namun pelaku kriminal

15 September 2020 12:45 WIB

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam akurat

HONG KONG, JITUNEWS.COM - pemerintah Hong Kong menyebut 12 orang warganya yang ditangkap oleh pemerintah China Daratan bukan lah aktivis pro-demokrasi, melainkan pelaku kriminal di Hong Kong. Hal tersebut disampaikan oleh Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam pada Selasa (15/9).

Kedua belas orang tersebut ditangkap oleh penjaga pantai China pada akhir Agustus lalu saat hendak melarikan diri ke Taiwan. Mereka ditangkap karena memasuki wilayah perairan China Daratan secara ilegal.

Otoritas Keamanan Hong Kong sendiri pada Senin lalu mengatakan bahwa 12 orang tersebut dicurigai telah melakukan tindak kejahatan di Hong Kong, dimana 10 diantaranya diduga telah membuat bahan peledak tanpa ijin, terlibat dalam aksi kerusuhan dan menyerang petugas kepolisian Hong Kong. Mereka mengatakan bahwa kesepuluh orang tersebut telah ditangkap dan berstatus bebas bersyarat serta tidak diijinkan untuk meninggalkan Hong Kong.


Kerja Sama Militer AS-Siprus Dapat Kecaman dari Turki

Salah satu diantaranya diduga telah bersekongkol dengan pihak asing dimana tidakan tersebut melanggar UU Keamanan Nasional baru yang diberlakukan oleh pemerintah China Daratan untuk Hong Kong mulai akhir Juni lalu.

"Alasan mereka meninggalkan Hong Kong adalah mereka terlihat berupaya melarikan diri dari tanggung jawab hukum," kata Carrie Lam dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri China Daratan pada Minggu (13/9) menyatakan bahwa kedua belas warga Hong Kong tersebut merupakan anggota kelompok separatis. Sedangkan pihak kepolisian Shenzhen menyebut 12 warga Hong Kong tersebut ditangkap karena masuk wilayah perairan China secara ilegal.

Vaksin Covid-19 China Siap Digunakan untuk Umum mulai November Ini

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia