logo


Bodebek Kompak Dukung PSBB Jakarta, Ridwan Kamil: Pengetatan Dilakukan di Zona Merah

Ridwan Kamil mengatakan bahwa wilayah Jawa Barat lebih cocok memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM)

15 September 2020 11:00 WIB

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil indozone

BANDUNG, JITUNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa daerah di zona Bodebek sepakat mendukung pemberlakuan kembali PSBB Jakarta yang diperketat.

“Tadi saya rapat dengan kepala daerah di Bodebek, intinya semua kompak mendukung DKI untuk PSBB pengetatan,” kata Ridwan Kamil, di Bandung, Senin (14/9).

Meski demikian, ia mengatakan bahwa pengetatan aturan di wilayah zona Bodebek hanya dikhususkan bagi kawasan yang berstatus zona merah saja, tidak secara total.


Bos Djarum Tak Setuju Jakarta PSBB, Said Didu: Berhenti Merokok Djarum Super

“Bedanya, di Bodebek, pengetatan dilakukan di zona-zona merah, sama persis DKI. Kalau merah, (aktivitas warga) dikurangi 25 persen, dan lain sebagainya. Tapi karena banyak yang zonanya tidak merah, tentu perlakuannya melalui PSBM (Pembatasan Sosial Berskala Mikro), berbasis mikro yaitu kewilayahan, komunitas, dan lain-lain,” lanjutnya.

Ridwan Kamil menjelaskan bahwa, PSBM Jawa Barat diberlakukan di wilayah dengan cakupan yang lebih kecil, yakni pada level kecamatan atau kelurahan.

“Pada saat setiap minggu ada kelurahan yang zonanya merah, di situlah dilakukan pembatasan maksimal, bisa lockdown istilahnya. Kan PSBB itu pembatasan sosial, itu bisa 10 persen paling kecil, atau sampai 100 persen,” kata dia.

Ridwan Kamil mencontohkan, PSBM dengan tingkat pengetatatan mencapai 100 persen pernah dilakukan sebuah kelurahan di Kota Bandung yang lokasinya dekat dengan Sekolah TNI Angkatan Darat, saat ratusan calon prajurit TNI tersebut terpapar Covid-19.

Ia menilai aturan PSBM tersebut lebih efektif untuk dilakukan karena sesuai dengan kondisi geografis yang ada di Jawa Barat.

“Contohnya Kelurahan Hegarmanah, kita tutup, tetapi tidak seluruh Kota Bandung. Kota Bogor melakukan itu. Nah itulah menurut kita lebih efektif mengunci zona-zona yang lebih kecil ketimbang melakukan skala besar. Kenapa, karena Jawa Barat geografinya tidak sama. Ada desa, ada gunung, ada kotanya, ada padatnya, ada renggangnya, maka perlakuan tidak sama,” kata Ridwan Kamil.

 

Anies Baswedan Minta Satpol PP Tak Terima Suap saat Awasi Aturan Protokol Kesehatan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia