logo


Tanggapi Kritikan Tajam Mahfud ke Anies Soal PSBB, PDIP: Tidak Usah Dibuat Serem!

Mahfud mengkritik cara penyampaian Anies ke publik hanya sebagai tata kata

15 September 2020 05:45 WIB

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno.
Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud Md mengkritik cara penyampaian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait kebijakan PSBB jilid II.

Mahfud menilai tata kata yang digunakan Anies menjadi penyebab anjloknya IHSG. Menurutnya, istilah PSBB total yang disampaikan menjadi seolah-seolah suatu kebijakan baru, padahal PSBB pernah diterapkan di DKI Jakarta.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengaku sepakat dengan kritikan Mahfud tersebut. Menurutnya, pengumuman yang disampaikan Anies ke publik seharusnya tidak dibuat seram.


Tanggapi Polemik PSBB Total, Anies Baswedan Sebut Sama Seperti Awal Pandemi

"PSBB sendiri merupakan jalan tengah dari 2 pilihan ekstrem, yaitu lockdown dan pilihan bebas yang diserahkan kepada masyarakat, yang imun yang bertahan. Jadi PSBB itu sudah moderat. Nah, mau ditambah kata-kata parsial, total, lokal, lebih merupakan konteksnya. Jadi tidak usah dibuat serem," kata Hendrawan kepada wartawan, Senin (14/9/2020).

Hendrawan menilai langkah terpenting yang perlu dilakukan adalah sosialisasi tentang PSBB agar masyarakat patuh menerapkan protokol kesehatan.

"Jadi Prof Mahfud benar. Yang penting sosialisasi dan edukasi tentang PSBB dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Tujuannya agar protokol kesehatan built-in (melekat) dalam keseharian hidup masyarakat, termasuk dalam kegiatan ekonomi. Dengan demikian, kita mampu menyinkronkan kesehatan dan produktivitas," tandasnya.

 

Tegaskan Konsultasi dengan Pusat Soal PSBB, Anies: Spekulasi di Luar Selisihnya Agak Jauh

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati