logo


Tanggapi Polemik PSBB Total, Anies Baswedan Sebut Sama Seperti Awal Pandemi

Anies menegaskan tidak ada istilah PSBB total

15 September 2020 04:30 WIB

Anies Baswedan
Anies Baswedan Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjawab polemik penggunaan istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang telah dimulai pada Senin (14/9/2020). Ia menegaskan bahwa istilah yang digunakan hanya 'PSBB' sama seperti istilah yang digunakan saat awal pandemi.

"Namanya dari dulu ya PSBB, karena itu bisa didengarkan juga penjelasan saya Rabu malam yang menyebutnya ya PSBB," kata Anies dalam sesi wawancara, Senin (14/9/2020).

Anies menegaskan bahwa PSBB adalah upaya intervensi agar kasus corona di DKI Jakarta tidak menjadi masalah besar. Ia juga berharap intervensi tersebut dapat mendorong peningkatan kapasitas rumah sakit.


Data Terbaru Kasus Covid-19, Pasien Positif Bertambah 3.141

"Bila intervensi tidak dilakukan maka kita akan mengalami masalah yang tidak keci. Karena kasus bertambah tempat merawat tidak cukup, karena itu kita memutuskan menerapkan PSBB seperti sebelum tanggal 4 Juni," lanjutnya.

Diketahui, DKI Jakarta telah menerapkan PSBB di awal masa pandemi yakni pada tanggal 10 April-23 April. PSBB diperpanjang sebanyak tiga kali sampai tanggal 4 Juni. Setelah itu DKI Jakarta menerapkan PSBB yang lebih longgar yang diberi nama PSBB transisi. PSBB transisi dimulai pada tanggal 5 Juni-2 Juli yang kemudian diperpanjang lima kali sampai 10 September 2020.

Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Bersinergi dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati