logo


Penyerang Penguasa Disebut Radikal, Fadli Zon: Kalau yang Diserang 'Non Penguasa' Pelaku 'Gangguan Jiwa'

Fadli Zon menanggapi cuitan Fahri Hamzah terkait kasus penusukan Syekh Ali Jaber

14 September 2020 22:30 WIB

Fahri Hamzah dan Fadli Zon
Fahri Hamzah dan Fadli Zon Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ulama Syekh Ali Jaber ditusuk oleh orang yang tidak dikenal ketika mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Bandarlampung, Minggu (13/9).

Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah, meminta pihak kepolisian memeriksa motif pelaku penusukan. Ia juga menyinggung penusuk Wiranto yang merupakan teroris.

"Penting bagi kita untuk memeriksa motif pelaku. Jika pejabat diserang dalam kasus pak Wiranto, mudah kita bikin plot bahwa pelaku ini “simpatisan kaum radikal, dll). Tapi bagaimana dengan Syaikh Ali Jaber? Apakah motif pelaku? Bisakah kita mendengar wawancara terbuka?" ujar Fahri melalui akun Twitternya, Senin (14/9).


Syekh Ali Jaber Ditusuk, Gerindra Usul Ustaz Diberi Pengawalan Pribadi dari Polri atau TNI

Cuitan Fahri tersebut mendapat tanggapan dari rekannya sesama politikus, Fadli Zon. Politikus Gerindra ini menyinggung perbedaan perlakuan.

"Sering beda perlakuan, beda narasi, beda argumentasi. Kalau yg diserang 'penguasa' maka pelaku 'radikal'. Kalau yang diserang 'non penguasa' maka pelaku mengidap 'gangguan jiwa'. Kayaknya sudah menjadi rumus baku," cuita @fadlizon.

 

Ingin Penusuk Syekh Ali Jaber Dihukum, Fadli Zon: Kalau Hukum Tak Ditegakkan, yang Berlaku Hukum Rimba

Halaman: 
Penulis : Admin