logo


Hizbullah Kecam Bahrain yang segera Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel

Kelompok militan Hizbullah mengecam keputusan Kerajaan Bahrain yang menormalisasi hubungan dengan Israel

13 September 2020 16:45 WIB

Hassan Nasrallah
Hassan Nasrallah istimewa

BEIRUT, JITUNEWS.COM - Kelompok militan asal Lebanon yang mendapat dukungan dari Iran, Hizbullah, pada Sabtu (12/9) menyatakan bahwa mereka mengecam dan menentang langkah Kerajaan Bahrain yang menormalisasi hubungan diplomatik mereka dengan Israel. Hizbullah menilai langkah tersebut telah mengkhianati rakyat Palestina.

Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah menyebut langkah yang dilakukan oleh "rezim tirani di Bahrain" dilakukan atas perintah Amerika Serikat.

Bahrain kini menjadi negara arab ke-4 yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, menyusul Mesir, Yordania, dan Uni Emirat Arab. Pengumuman kesepakatan damai Bahrain-Israel sendiri diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Jumat (11/9) lalu.


AS Prihatin Soal Penahanan Aktivis Pro Demokrasi Hong Kong di China Daratan

Pada Agustus lalu, AS berhasil membujuk Uni Emirat Arab untuk memulai hubungan diplomatik dengan Israel. Penandatanganan kesepakatan damai tersebut rencananya akan digelar pada Selasa pekan depan di Gedung Putih.

Sebelumnya, Donald Trump yang diketahui sangat berambisi untuk kembali memenangkan pemilu AS pada November mendatang, mengatakan bahwa sejumlah negara di kawasan Timur Tengah akan segera mengikuti jejak Uni Emirat Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Ia bahkan meminta bantuan kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz untuk melakukan negosiasi dengan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah lainnya agar bersedia menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Sebagaimana diketahui, langkah Uni Emirat Arab tersebut mendapatkan kecaman dan penolakan dari sejumlah negara seperti Iran dan Turki.

Susul Uni Emirat Arab, Bahrain Ikut-ikutan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia