logo


Soal Pasukan Bersenjata BIN, PDIP: Tidak Ada Pasukan Khusus, Mereka Siswa STIN

PDIP sebut tidak benar ada pasukan bersenjata di BIN

12 September 2020 21:35 WIB

Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Evita Nursanty
Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Evita Nursanty Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus PDIP Evita Nursanty meyakinkan bahwa informasi terkait pasukan bersenjata milik Badan Intelijen Negara (BIN) tidak benar. Ia mengatakan berita yang selama ini beredar tidak benar.

"Enggak lah, saya yakin 100 persen, tidak ada pasukan khusus. Itu salah pengertian saja," kata Evita dilansir Antara, Sabtu (12/9/2020).

Evita menjelaskan bahwa pasukan bersenjata adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) yang tengah menempuh pendidikan militer. Ia mengataka bahwa siswa STIN diberi bekal bela diri dan kegiatan softskill lainnya.


Heran BIN Punya Pasukan Bersenjata, Demokrat: Jika Benar yang Wajib Tersinggung TNI dan Polri

"Jadi keahlian itulah yang dipertunjukkan sebagai bagia dari ceremony, bukan membuat pasukan khusus. Kita memang membutuhkan siswa STIN yang terampil karena mereka sumber utama SDM BIN sesuai UU Intelijen," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengunggah sebuah video yang memperlihatkan pasukan khusus Rajawali milik Badan Intelijen Negara (BIN) dalam akun Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, terlihat pasukan Rajawali tengah memperagakan aksi militernya dengan dilengkapi senjata lengkap dan laras panjang.

Namun rupanya, unggahan Bamsoet tersebut menuai banyak kritikan baik dari kalangan politisi maupun para ahli. Mereka banyak yang mempertanyakan dasar yuridis pembentukan pasukan bersenjata tersebut.

Sebut Pasukan Rajawali BIN Belum Jelas, Pengamat: Ini Sekedar Penggemar 'Cosplay' Belaka?

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati