logo


Sebut Pasukan Rajawali BIN Belum Jelas, Pengamat: Ini Sekedar Penggemar 'Cosplay' Belaka?

Pengamat sebut BIN tidak boleh memiliki pasukan khusus bersenjata

12 September 2020 17:43 WIB

Badan Intelijen Negara
Badan Intelijen Negara Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat militer Institute For Security and Strategic Studies (ISSES) Khairul Fahmi mengatakan bahwa Badan Intelijen Negara (BIN) tidak boleh memiliki pasukan khusus bersenjata. Pasalnya, kata Fahmi belum ada undang-undang yang mengatur terkait hal tersebut.

"Ya jelas. Secara konstitusional negara hanya mengenal dua bentuk kekuatan bersenjata. Yang pertama namanya TNI. Yang kedua namanya Polri," kata Fahmi seperti dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu (12/9/2020).

Fahmi mengatakan bahwa sesuai UU NO 17 tahun 2011 dan Perpres No 73 tahun 2017, BIN memiliki tugas dalam penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan. Namun dalam undang-undang tersebut tidak ada pasal yang menyebutkan BIN memiliki senjata lengkap.


PKS: Rencana Tiongkok Bangun Pangkalan Militer di Indonesia Harus Diwaspadai

Ia pun menilai pasukan Rajawali BIN tesebut belum jelas. Pasalnya, pasukan tersebut tidak jelas arahnya ke mana dan dasar hukumnya seperti apa.

"Belum jelas, lembaga ini sedang menyatu jadi tentara, jadi polisi atau sekedar penggemar 'cosplay' belaka?" lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengunggah sebuah video yang memperlihatkan pasukan khusus Rajawali milik Badan Intelijen Negara (BIN) dalam akun Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, terlihat pasukan Rajawali tengah memperagakan aksi militernya dengan dilengkapi senjata lengkap dan laras panjang.

Pengamat: Tergoyangnya Kursi Menag Bukan karena Ada yang Ngincer, tapi Ulah Menag Sendiri

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati