logo


Anies Tegaskan PSBB Tak Hanya Berlangsung Dua Pekan Jika...

Keputusan itu akan diambil jika laju kasus COVID-19 tak mengalami pelambatan.

12 September 2020 04:15 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Tarawih Akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (26/5).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Tarawih Akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (26/5). Jitunews/FPC/Muhammad Rifqi Riyanto

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kemungkinan penerapan PSBB tak hanya berlangsung dua pekan. Keputusan itu akan diambil jika laju kasus COVID-19 tak mengalami pelambatan.

"Saya ingin garis bawahi, jangan harap kemudian setelah dua minggu, selesai. Tidak. Tapi kalau kecepatan yang luar biasa ini tidak ada langkah untuk memperlambat, ya ini akan jalan terus," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (11/9).

Anies menilai PSBB yang diketatkan kembali ini perlu ditempuh. Ia mengharapkan masyarakat tetap berada di rumah selama dua pekan ke depan demi mengurangi potensi penularan COVID-19.


Anies Baswedan Berlakukan PSBB, Jokowi Sebut PSBM Lebih Efektif

"Karena itulah mengapa pengetatan ini penting untuk kita berada di rumah dulu selama dua pekan ini. Dengan berada di rumah dulu, harapannya potensi penularan ini bisa ditekan," ujarnya.

Menurutnya, situasi penyebaran Covid-19 di Jakarta awal September cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, terdapat 7.960 kasus aktif di Jakarta pada 30 Agustus 2020.

Angka itu lantas melonjak menjadi 11.810 kasus aktif pada Kamis (10/9). Artinya, terang Anies, ada kenaikan 48 persen kasus aktif di Jakarta dalam 10 hari pertama di bulan September atau 3.850 kasus.

"Belum pernah kita dalam waktu sependek ini, melihat pertambahan kasus sampai 3.850 kasus, walaupun yang sembuh juga banyak, sembuhnya 8.994 kasus," tandasnya.

Soal PSBB, Anies: Jangan Harap Kemudian Setelah 2 Minggu, Selesai.

Halaman: 
Penulis : Iskandar