logo


Karhutla AS Semakin Parah, 500 Ribu Warga Oregon Dievakuasi

Sedikitnya 500 ribu warga negara bagian Oregon telah dievakuasi dan jumlah tersebut akan terus meningkat, usai bencana kebakaran lahan dan hutan di pesisir Barat AS semakin meningkat

11 September 2020 14:59 WIB

Kebakaran hutan dan lahan
Kebakaran hutan dan lahan istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Diperkirakan setengah juta orang telah dievakuasi dari Oregon menyusul semakin meluasnya bencana kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di pesisir barat Amerika Serikat beberapa hari terakhir ini.

"Petugas pemadam kebakaran, dengan tetap memprioritaskan keselamatan jiwa, berjuang melawan kebakaran hutan di wilayah seluas 900 ribu akre (lebih dari 365 ribu hektar) di seluruh negara bagian Oregon," demikian bunyi pernyataan pemerintah negara bagian Oregon, dikutip dari Channel News Asia pada Jumat (11/9).

"Sekitar 500 ribu warga Oregon telah dievakuasi dan jumlah tersebut akan terus meningkat," tambahnya.


Menteri Luar Negeri China dan India Sepakat Tarik Mundur Pasukan dari Wilayah Perbatasan

Pihak kepolisian AS menyatakan bahwa dalam kurun waktu 48 jam terakhir, sedikitnya 4 orang tewas dari kebakaran hutan yang terjadi di negara bagian California, 4 orang tewas di Oregon dan seorang anak usia satu tahun tewas di Washington, sedangkan ribuan warga lainnya yang tinggal di ketiga negara bagian tersebut terpaksa dievakuasi.

Oregon sendiri menjadi negara bagian AS paling terdampak akibat bencana tersebut dan memiliki lebih dari 90 titik api. Sekitar tiga ribu pertugas pemadam kebakaran teleh dikerahkan untuk mengatasi puluhan titik api di Oregon.

Sementara itu, pihak kepolisian Ashland Tighe O'Meara mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan usai salah satu titik api yang terjadi di perbatasan dengan negara bagian California diduga karena ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Kami memiliki alasan yang jelas untuk mempercayai adanya unsur kesengajaan manusia dalam kebakaran tersebut. Sehingga kami akan melakukan pengejaran dan menggelar penyelidikan," katanya kepada Reuters.

Penumpang Bercanda soal Bom, Polisi Jepang Langsung Gelar Investigasi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia