logo


Penumpang Bercanda soal Bom, Polisi Jepang Langsung Gelar Investigasi

Sebuah pesawat maskapai Jetstar terpaksa mengalami penundaan jadwal usai seorang penumpang bercanda soal bom

11 September 2020 13:00 WIB

Pesawat terbang Jetstar Jepang
Pesawat terbang Jetstar Jepang istimewa

TOKYO, JITUNEWS.COM - Kepolisian Jepang pada Jumat (11/9) mengatakan bahwa mereka tidak menemukan satu pun bahan peledak di dalam sebuah pesawat maskapai Jetstar di bandar udara Narita, menyusul adanya seorang penumpang pesawat yang mengklaim bahwa ia memiliki sebuah bom.

Surat kabar Kyodo melaporkan bahwa seorang penumpang mengatakan bahwa dirinya mengaku memiliki bom saat berada di dalam pesawat sesaat sebelum lepas landas.

Pihak kepolisian langsung mendatangi bandara tersebut untuk masuk ke dalam kabin pesawat dan mengeluarkan penumpang tersebut. Insiden tersebut membuat pihak keamanan langsung melakukan investigasi yang mengakibatkan jadwal penerbangan pesawat berpenumpang 140 orang tersebut ditunda.


Trump Sebut Sejumlah Negara Arab Segera 'Berdamai' dengan Israel

Di Indonesia sendiri, Kementerian Perhubungan telah memperingatkan masyarakat untuk tidak bercanda soal bom atau menyampaikan informasi palsu terkait bom di bandara ataupun di dalam pesawat terbang. Kemenhub bahkan telah mengeluarkan UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan.

Berikut ini sanksi yang bisa menjerat pelaku sesuai dengan Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan:

1. Setiap orang yang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 344 huruf e dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun.

2. Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda, dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun.

3. Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan matinya orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.

Menteri Luar Negeri China dan India Sepakat Tarik Mundur Pasukan dari Wilayah Perbatasan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia