logo


Komisi I DPR Aceh Wacanakan Hukuman Rajam bagi Pelaku Pelecehan Seksual

Ketua Komisi I DPR Aceh Tgk Muhammad Yunus M Yusuf mengeluarkan wacana diberlakukannya hukuman rajam dan ganda bagi pelaku pelecehan seksual

11 September 2020 10:45 WIB

Ilustrasi Pelecehan Seksual
Ilustrasi Pelecehan Seksual istimewa

BANDA ACEH, JITUNEWS.COM - Komisi I DPR Aceh mengeluarkan wacana bahwa semua pelaku tindak pelecehan seksual untuk mendapatkan hukum rajam (dilempari batu hingga meninggal dunia) serta hukuman ganda (cambuk). Hal tersebut perlu dilakukan untuk membuat efek jera sekaligus pelajaran bagi semua anggota masyarakat.

"Wacana hukuman rajam maupun hukuman ganda bagi pelaku setelah adanya saran dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat, menyusul meningkatnya kasus pelecehan seksual di masyarakat," kata Ketua Komisi I DPR Aceh Tgk Muhammad Yunus M Yusuf, di Banda Aceh, Kamis (10/9) dikutip dari Tempo.co.

Menurutnya, hukum rajam ini telah sesuai dengan syariat Islam. Hukum Islam sendiri mewajibkan semua pelaku zina yang telah menikah untuk dirajam hingga mati sementara pelaku zina yang belum menikah mendapat hukuman cambuk sebanyak seratus kali dan harus menjalani pengasingan selama satu tahun.


Kecam Pembakaran Alquran di Swedia, MUI Minta Pemerintah Setempat Tegas

Ia mengatakan bahwa sebelum wacana ini betul-betul direalisasikan, diperlukan adanya pembahasan dan kesepakatan dengan sejumlah pihak terlebih dahulu seperti lembaga peradilan, mahkamah syariah, pihak kepolisian, pemerintah Aceh dan pihak terkait lainnya.

"Tujuannya bagaimana menguatkan pelaksanaan hukuman syariat Islam di Aceh. Jadi, perlu formulasi bagaimana perbuatan pelecehan seksual tersebut mendapatkan hukuman setimpal," kata Muhammad Yunus.

Sidang Perdana Kasus 'IDI Kacung WHO', Jerinx Terancam 6 Tahun Penjara

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia