logo


Lima Orang Tewas dalam Aksi Protes Kebrutalan Polisi Kolombia

Aksi protes terjadi usai seorang warga sipil tewas ditangan oknum polisi Kolombia pada Rabu (9/10

10 September 2020 20:24 WIB

ilustrasi kerusuhan
ilustrasi kerusuhan istimewa

BOGOTA, JITUNEWS.COM - Sedikitnya lima orang tewas dalam sebuah aksi protes yang berujung kerusuhan di Bogota, ibukota Kolombia pada Kamis (10/9). Aksi protes terjadi menyusul terbunuhnya seorang warga sipil oleh pihak kepolisian Kolombia.

Pada Rabu pagi waktu setempat, kepolisian Kolombia memberhentikan Javier Ordonez, seorang pengacara yang juga bekerja sebagai sopir taksi, karena diduga melanggar aturan pembatasan sosial yang diberlakukan selama masa pandemi. Belum jelas apa penyebab kematiannya, namun Ordonez tewas usai polisi menembakkan stunt gun ke tubuhnya.

Sebuah rekaman video mengenai penangkapan Ordorez tersebut menjadi viral di media sosial dan memicu terjadinya aksi protes yang berujung kerusuhan. Dalam kerusuhan tersebut, polisi terpaksa menembak sejumlah massa aksi protes tersebut.


Hubungan Dagang AS-Inggris Berakhir Jika London Tak Patuhi Kesepakatan dengan Uni Eropa

 

Pihak otoritas Kolombia mengkonfirmasi lima orang tewas dalam aksi kerusuhan itu yang kini memicu terjadinya gelombang aksi protes di sejumlah kota di Kolombia.

Menteri Pertahanan Kolombia Carlos Holmes Trujillo juga mengecam tindakan brutal oknum kepolisian tersebut dan akan segera menyelidiki insiden kematian Ordorez. Sementara itu, dua petugas polisi yang terlibat dalam insiden tersebut kini telah dibebastugaskan.

Banyak pihak yang membandingkan insiden tewasnya Ordorez dengan kasus George Floyd. Menurut Alejandro Lanz, seorang pengacara yang khusus menangani tindakan brutal kepolisian mengatakan bahwa insiden tersebut adalah hasil dari "sistem pemerintahan yang korup dan penyalahgunaan kekuasaan."

Menginvestigasi Penyelidik, Netanyahu Minta Dibentuk Tim Investigasi Independen

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia