logo


Karhutla di AS Tak Terkendali, Petugas Pemadam: Seperti Berkendara Melewati Neraka

Beberapa titik api di Negara Bagian Oregon berukuran dua kali lebih besar dari kota New York

10 September 2020 17:09 WIB

Kebakaran Hutan dan Lahan di Australia
Kebakaran Hutan dan Lahan di Australia National Geographic

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Kebakaran lahan dan hutan di Amerika Serikat kian tidak terkendali sehingga membuat korban jiwa dan kerugian material semakin meningkat.

Ratusan kilometer di utara California, sebuah petir kembali menyambar dan meningkatkan intensitas kebakaran hutan yang terjadi pada pekan ini yang sebelumnya telah berhasil diredam. Sedikitnya tiga orang tewas pada Rabu (9/9).

Angin dengan kecepatan mencapai 80 km/jam membuat api menjalar dengan sangat cepat di wilayah negara bagian Oregon. Ratusan rumah dan kawasan pemukiman ludes dilalap si jago merah dan petugas pemadam kebakaran terus berjuang memadamkan 35 titik api yang beberapa diantaranya diketahui berukuran dua kali lebih besar dari kota New York.


Vaksin Covid-19 Buatan Rusia Segera Dikirim ke Venezuela Bulan Ini

"Ini mungkin menjadi kerugian terbesar sepanjang sejarah negara bagian, baik materi dan korban jiwa, yang diakibatkan oleh kebakaran hutan," kata Gubernur Oregon Kare Brown dalam sebuah konferensi pers, dikutip dari Reuters pada Kamis (10/9).

Ia mengatakan bahwa banyak warga yang terpaksa menceburkan diri ke sungai untuk menghindari kobaran api, sebelum tim SAR datang dan mengevakuasi mereka.

Dahsyatnya kobaran api di Oregon bahkan membuat sejumlah petugas pemadam kebakaran kewalahan dan memutuskan untuk mundur, sementara otoritas setempat mendesak warga untuk segera mengevakuasi diri mereka ke tempat yang lebih aman.

"Itu seperti berkendara melewati neraka," kata Jody Evans, salah satu anggota tim penyelamat kepada stasiun televisi NewsChannel21.

"Tidak ada satu pun area di negara bagian ini yang bebas dari api," kata DOugh Graf, kepala tim pemadam kebakaran di Departemen Kehutanan Oregon.

Sementara itu, para peneliti mengatakan bahwa kondisi ekstrem di seluruh AS disebabkan karena pemanasan global. Sehingga banyak tanaman dan hutan kering yang sangat rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

"Api membakar setara dengan sebuah ledakan," kata Daniel Berlant, juru bicara otoritas pemadam kebakaran negara bagian California. "Tambahkan angin, kekeringan, dan suhu udara yang tinggi, itu menjadi resep yang sempurna," tambahnya.

AS Batalkan Lebih dari 1000 Visa Warga Negara China dengan Alasan Resiko Keamanan Nasional

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia