logo


DKI Jakarta PSBB Total, Gerindra: Jangan 2 Kali Kejeblos Lubang yang Sama

Habiburokhman mengatakan bahwa pemberlakuan PSBB harus berdasarkan evaluasi.

10 September 2020 10:32 WIB

Habiburokhman
Habiburokhman Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat. Politikus Partai Gerindra, Habiburokhman berharap PSBB kali ini lebih baik dibanding sebelumnya.

"Intinya kita jangan dua kali kejeblos lubang yang sama. PSBB baru harus lebih baik dari PSBB awal Pandemi," kata Habiburokhman dalam keterangannya pada Kamis (10/9).

Habiburokhman mengatakan bahwa pemberlakuan PSBB harus berdasarkan evaluasi.


PDIP: Apakah PSBB Memberi Jaminan akan Menurunkan Penyebaran Covid-19?"

"Kebijakan pemerintah DKI Jakarta untuk kembali memberlakukan kembali PSBB haruslah dilakukan berdasarkan evaluasi atas persoalan yang timbul pada PSBB di awal pandemi dahulu," ujar Habiburokhman.

Habiburokhman memberikan catatan yang harus diperhatikan dalam PSBB kali ini. Pertama mengenai program bantuan dan kedua tentang work from home (WFH).

"Yang pertama adalah program bantuan sosial harus dipastikan mencukupi jumlahnya dan terdistribusi dengan baik. Jangan sampai ada warga yang kekurangan kebutuhan pokok sehingga mereka beraktivitas di luar dan tak terkendali. Harus diakui PSBB lalu masih banyak warga yang tidak mendapat bantuan bahan pokok," ujarnya.

"Yang kedua harus dipetakan dengan jelas sektor apa yang bisa WFH dan apa yang tidak. Yang mutlak bisa WFH adalah sektor pekerja kantoran, sementara mereka yang bekerja informal tetap bisa bekerja di tempat kerja dengan protokol yang ketat. Contohnya pekerja bangunan atau proyek infrastruktur, petugas kebersihan lingkungan, kurir, pertokoan non mall dan lain-lain," jelas Habiburokhman.

Anies Berlakukan PSBB Total, Kemenkes Sebut Tak Perlu Izin Lagi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata