logo


Nyamuk Tularkan Virus Covid-19, Apa Bisa?

Pakar kesehatan mengatakan bahwa sangat kecil sekali kemungkinan virus Covid-19 ditularkan melalui gigitan nyamuk

9 September 2020 21:15 WIB

Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti.
Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hewan nyamuk diketahui dapat menularkan sejumlah penyakit yang sangat berbahaya, bahkan mematikan, bagi manusia. Beberapa diantaranya adalah virus Zika, malaria, chikungunya, demam berdarah dengue, dan lain lain. Namun, apakah hewan ini juga dapat menularkan virus Covid-19?

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sejauh ini, belum ada satupun penelitian yang mengungkap bahwa virus Sars-Cov-2 dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. WHO menjelaskan bahwa Covid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan dimana penyebarannya melalui percikan cairan saluran pernafasan atau droplets saat seseorang mengalami batuk, bersin, atau bahkan berbicara tanpa menggunakan masker penutup wajah. Dalam hal ini penyebaran virus Covid-19 seperti virus influenza pada umumnya.

"Seekor nyamuk dapat menelan sebuah patogen atau semacam partikel virus yang kemudian masuk ke sistem pencernaannya," kata Yesim Tozan, seorang PhD yang menjabat sebagai asisten profesor kesehatan global di Universitas New York, dikutip dari The Healthy.com pada Rabu (9/9).


Luncurkan Wirajiwa di Bandung, KITA: Normalitas Baru, Butuh Moralitas Baru

"Jika virus (Covid-19) dapat menggandakan diri di dalam tubuh nyamuk, virus tersebut dapat menyebar ke rongga kepalanya dan jika virus tersebut dapat mencapai kelenjar air liur nyamuk, virus dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitannya," tambahnya.

Sederhananya, virus Covid-19 harus terlebih dahulu bertahan hidup di dalam proses pencernaan nyamuk dan berhasil menembus jaringan usus untuk mencapai kelenjar air liurnya.

Berita baiknya adalah, lanjut Tozan, tidak ada satu pun bukti yang sejauh ini ditemukan pada penelitian terkait virus SARS, termasuk Covid-19, bahwa virus tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Menurut sebuah penelitian, dengan kondisi ekstrim, virus Covid-19 bahkan tidak dapat menggandakan diri di dalam tubuh nyamuk.

"Covid-19, yang memiliki hubungan dekat dengan virus Sars dan MERS yang kita hadapi beberapa tahun lalu, tidak dapat secara efisien menggandakan diri di dalam tubuh nyamuk sehingga jika ditularkan melalui gigitan, maka jumlah virus akan sangat kecil sekali untuk menyebabkan penyakit," kata Coby Schal, seorang pakar kesehatan di Universitas Carolina Utara.

Pemerintah Ceko Wajibkan Penggunaan Masker di Dalam Ruangan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia