logo


Banyak Perusahaan AS Khawatir Konflik AS-China Berlangsung Hingga Beberapa Tahun Mendatang

Sebuah survei menunjukkan semakin banyak perusahaan AS di China yang khawatir jika konflik kedua negara superpower tersebut berlangsung hingga beberapa tahun ke depan

9 September 2020 16:15 WIB

berita internasional

BEIJING, JITUNEWS.COM - Sebuah survey yang dirilis oleh Reuters menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan AS yang meyakini bahwa ketegangan antara AS dan China akan berlangsung selama beberapa tahun mendatang. Hampir sepertiga dari perusahaan-perusahaan AS mengungkapkan bahwa ketegangan yang terjadi dalam hubungan dua negara superpower tersebut berdampak buruk terhadap manajemen mereka.

Menurut hasil survey tahunan yang dilakukan oleh Serikat perusahaan AS di Shanghai dan konsultan PWC China, Lima puluh persen perusahaan-perusahaan tersebut meyakini bahwa konflik AS-China akan berlangsung hingga setidaknya tiga tahun mendatang.

"Perusahaan-perusahaan AS di China berharap dua negara tersebut dapat segera menyelesaikan konflik dan meredam ketegangan" kata Ker Gibbs, presiden perserikatan perusahaan AS dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters pada Rabu (9/9).


PBB Desak Rusia Gelar Investigasi atas Kasus Percobaan Pembunuhan Navalny

Usai perang dagang pada tahun 2019 lalu, hubungan AS-China semakin memburuk usai munculnya wabah Covid-19 dan pemerintahan Donald Trump menjatuhkan sanksi kepada sejumlah perusahaan China, termasuk Huawei, karena dianggap mengancam keamanan nasional.

Menjelang pilpres AS ini, Donald Trump lagi-lagi melontarkan gagasannya terkait pemutusan hubungan perekonomian dengan China. Ia menilai AS tidak akan terus mengalami kerugian finansial jika mereka tidak lagi berbisnis dengan China.

Pria Australia Tewas Diserang Hiu saat Sedang Asyik Berselancar

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia