logo


Direksi BUMN Tak Butuh Staf Ahli, Arief Poyuono Anggap Seperti 'Mandor Kawat' Alias Numpang Makan

Arief menyebut Kadiv dan GM punya kemampuan mengelola BUMN. Jadi, tak perlu lagi staf ahli.

9 September 2020 10:16 WIB

Arief Poyuono
Arief Poyuono Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono mengkritik keputusan Menteri BUMN Erick Thohir yang memperbolehkan perusahaan pelat merah memiliki maksimal lima staf ahli.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan pemborosan yang tak bermanfaat. Arief menilai banyak staf ahli BUMN yang tak berkompeten sehingga terkesan dipaksakan.

“Kok direksi BUMN butuh staf ahli sih, yang jumlah hingga belasan? Bahkan gajinya hingga 100 juta,” kata Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/9).


Jokowi Sebut Kunci Pemulihan Ekonomi Adalah Kesehatan, Fadli Zon: Ya Sudah Telat

“Anehnya lagi banyak staf ahlinya dari luar BUMN yang jelas-jelas banyak tidak mengerti dan kompeten dalam mengelola BUMN di tempat mereka,” lanjutnya.

Arief menyebut hanya segelintir staf ahli saja yang benar-benar menguasai corporate culture-nya BUMN.

“Makanya wajar hanya hitungan jari saja BUMN yang benar-benar bisa profit dan menyetor deviden ke negara,” tambahnya.

Dalam pandangan Arief, direksi BUMN seharusnya tak perlu memiliki staf ahli. Pasalnya, sudah ada Kadiv dan GM yang punya kemampuan mengelola BUMN.

Oleh karena itu, Arief menganggap para staf ahli itu seperti ‘mandor kawat’. “Alias numpang makan agar pendaringan nasi tetap isi,” cetusnya.

Terkait Susunan Pengurus Baru Gerindra, Habiburokhman: Saya Sudah Lupa Siapa Arief Poyuono

Halaman: 
Penulis : Iskandar