logo


PBB Desak Rusia Gelar Investigasi atas Kasus Percobaan Pembunuhan Navalny

Komisi HAM PBB mendesak pemerintah Rusia untuk mengusut tuntas kasus dugaan percobaan pembunuhan yang menimpa tokoh oposisi Alexei Navalny

8 September 2020 23:31 WIB

Alexey Navalny (tengah)
Alexey Navalny (tengah) the Guardian

JENEWA, JITUNEWS.COM - Salah satu petinggi Komisi HAM PBB, Michele Bachelet, pada Selasa (8/9) meminta pemerintahan Vladimir Putin untuk menggelar, atau ikut bekerja sama dalam proses investigasi mengenai kasus dugaan percobaan pembunuhan salah satu tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny. Sebelumnya, pemerintah Jerman mengungkapkan bahwa Navalny telah diracun dengan senyawa Novichok.

Pihak rumah sakit Charite di Berlin mengumumkan bahwa Navalny telah kembali dari kondisi koma pada Senin (7/9). Rumah sakit tersebut telah merawat Navalny sejak bulan lalu, usai dirinya jatuh sakit saat berada di dalam sebuah penerbangan di Rusia.

Pemerintah Rusia sendiri hingga kini membantah bahwa Navalny telah diracun.


TikTok Berusaha Hapus Video Bunuh Diri, Facebook: Kami Sudah Hapus Video Aslinya

"Bukan hal yang bagus untuk sekedar membantah bahwa ia telah diracun, dan menolak adanya penyelidikan yang independen, transparan dan secara menyeluruh atas upaya percobaan pembunuhan ini," kata Michelle Bachete dalam sebuah pernyataan tertulis dikutip dari Reuters pada Selasa (8/9).

"Pemerintah Rusia harus melakukan investigasi secara menyeluruh terkait siapa yang bertanggung jawab atas kejahatan ini, sebuah tindak kejahatan serius yang dilakukan di atas tanah Rusia," tambahnya.

Sebelumnya, Kanselir Jerman Angela Merkel telah menyatakan bahwa Navalny telah diracun dengan senyawa Novichok. Pemerintah Inggris sebelumnya juga pernah mengungkap bahwa tokoh agen intelijen Sergei Skripal dan seorang anak perempuannya juga telah diracun dengan senyawa tersebut pada 2018. Keduanya berhasil selamat.

Gantian, China Akan Jatuhkan Sanksi bagi Pejabat AS yang Berkunjung ke Taiwan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia