logo


Tenaga Honorer Papua Minta Diangkat Jadi PNS, Menpan Tjahjo Janji Bakal Kabulkan

Langkah tersebut bisa terealisasi karena Papua dan Papua Barat punya afirmasi khusus.

9 September 2020 05:30 WIB

MenPANRB, Tjahjo Kumolo
MenPANRB, Tjahjo Kumolo Dok. Jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebanyak 12.447 tenaga honorer di Papua yang tergabung dalam Forum Komunikasi Honorer dari Papua menuntut diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Tuntutan tersebut digulirkan dalam pertemuan bersama Wagub Papua dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Tjahjo Kumolo.

Merespons hal itu, Tjahjo memutuskan untuk menerima tuntutan tenaga honorer dari Papua diangkat menjadi PNS. Hal itu disampaikan Tjahjo ketika menerima Wakil Gubernur Papua Kleman Timal di Kementerian PANRB, Jakarta pada Jumat (4/9).


Resmi! PNS Bakal Terima Pulsa Gratis hingga Rp400 Ribu

"Hasil pertemuan tersebut antara lain adalah bahwa Menteri PANRB dapat memenuhi permintaan Gubernur Papua untuk menangangkat tenaga honorer yang tidak masuk dalam data base menjadi PNS atau PPPK," kata Deputi Sumber Daya Manusia KemenPANRB Teguh Widjinarko, dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (9/9).

Teguh menerangkan langkah tersebut bisa terealisasi karena Papua dan Papua Barat punya afirmasi khusus. Jadi, keputusan pengangkatan tenaga honorer dapat dipercepat demi membantu pembangunan yang dinilai tertinggal daripada daerah lain.

Kendati begitu, Teguh menekankan pengangkatan tenaga honorer ini tetap didasarkan pada kebutuhan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja. Artinya, setiap prosedur harus bisa dipertanggungjawabkan.

"Dokumen perencanaan kebutuhan tersebut sudah harus tersedia paling lambat bulan November 2020," jelasnya.

Atasi ASN Terpapar Radikalisme, Pemerintah Luncurkan Aplikasi 'ASN No Radikal'

Halaman: 
Penulis : Iskandar