logo


Jokowi Sebut Pilkada Serentak 2020 Tak Bisa Menunggu Pandemi Berakhir

Presiden Jokowi menegaskan bahwa penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 tak dapat ditunda

8 September 2020 16:21 WIB

Warga memberikan hak suaranya di TPS 73 Kecamatan Sukmajaya, Depok, Rabu (27/6).
Warga memberikan hak suaranya di TPS 73 Kecamatan Sukmajaya, Depok, Rabu (27/6). Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa penyelenggaraan Pilkada Serentak tak mungkin ditunda karena tak ada yang mengetahui kapan pandemi ini akan berakhir.

"Penyelenggaraan pilkada harus tetap dilakukan dan tidak bisa menunggu sampai pandemi berakhir, karena memang kita tidak tahu, negara mana pun tidak tahu kapan pandemi Covid ini berakhir," ujar Jokowi saat memberikan arahan dalam rapat terbatas tentang lanjutan pembahasan 'Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak' yang disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (8/9).

Untuk itu, Jokowi mengatakan bahwa penyelenggaraan pilkada harus dilakukan dengan memperhatikan dan menerapkan semua protokol kesehatan untuk mencegah infeksi Covid-19 seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik dengan orang lain.


Amin Rais Tanggapi Isu Partai Baru

Ia meminta seluruh pihak, baik penyelenggara pilkada maupun TNI dan Polri untuk secara aktif melakukan pengawasan sehingga dapat memastikan bahwa masyarakat patuh dalam melakukan protokol kesehatan terkait Covid-19.

"Saya minta semua pihak penyelenggara pemilu, KPU, Bawaslu, aparat pemerintah, jajaran keamanan, penegak hukum, seluruh aparat TNI/Polri, tokoh masyarakat, organisasi aktif bersama-sama mendisiplinkan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan," tuturnya.

Menurut Jokowi, keberhasilan untuk terhindar dari skenario terburuk akibat pandemi dapat tercapai jika permasalahan kesehatan dapat ditangani dengan baik.

"Oleh karena itu, sekali lagi kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pilkada harus dilakukan, ditegakkan, tidak ada tawar-menawar," ucapnya.

Bupati Muna Barat Positif Covid-19 Usai Bikin Kerumunan Massa, Kemendagri: Jangan Contoh

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia