logo


PA 212 Sebut Sertifikasi Dai Dapat Mengadu Domba Anak Bangsa

Program tersebut dinilai berpotensi mengotak-kotakan para pendakwah.

8 September 2020 11:39 WIB

Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin
Humas Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin Antara/Sigid Kurniawan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menilai program sertifikasi penceramah atau dai bisa mengancam keutuhan bangsa dan negara. Sebab, program tersebut berpotensi mengotak-kotakan para pendakwah.

"Dan ini sangat mengadu domba anak bangsa," kata Novel Bamukmin, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (8/9).

Lebih lanjut, Novel mengatakan Presiden Joko Widodo sudah seharusnya mencopot Menteri Agama Fachrul Razi. Menurutnya, Fachrul sering memancing kontroversi dan gagal paham mengenai esensi ajaran Islam di setiap kebijakannya.


Novel Bamukmin: Dai Bersertifikat yang Sengaja Dibuat Adalah Seburuk-buruknya Dakwah

Novel mendesak Kemenag menghentikan program sertifikasi dai agar tak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

"Kalau Kemenag paksakan maka jangan salahkan rakyat khususnya umat Islam yang istikamah akan agamanya melakukan perlawanan dengan pemboikotan terhadap dai-dai bersertifikat. Karena masjid dan musala yang ada di Indonesia adalah sebagian besar dari swadaya umat Islam yang membangunnya, sehingga hak setiap pengurus masjid untuk memboikot," kata dia.

Sebelumnya, program sertifikasi dai sempat diwacanakan Menteri Agama Fachrul Razi pada akhir 2019. Berangkat dari keluhan Fachrul terkait banyaknya penceramah yang membodohi umat lewat ceramah.

Kemenag sendiri akan menerapkan program tersebut pada September 2020. Untuk tahap awal, Kemenag menargetkan 8.200 penceramah bersertifikat.

Tolak Sertifikasi Ulama, PA 212: Kemenag Kurang Kerjaan

Halaman: 
Penulis : Iskandar