logo


Tolak Sertifikasi Ulama, PA 212: Kemenag Kurang Kerjaan

"Anggaran enggak punya, sok-sokan mau buat sertifikasi ulama."

8 September 2020 11:05 WIB

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif.
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif menyatakan sikap penolakan terhadap program sertifikasi pendakwah yang digulirkan Kementerian Agama. Menurutnya, program tersebut justru menunjukkan bahwa Kemenag kurang kerjaan.

"Kita itu menolak program sertifikasi ulama/dai. Ini Kemenag kurang kerjaan, anggaran enggak punya, sok-sokan mau buat sertifikasi ulama," kata Slamet, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (8/9).

Slamet menilai sertifikasi pendakwah lebih banyak mudarat daripada manfaatnya, baik bagi penceramah maupun umat Islam.


PA 212 Khawatirkan Sertifikasi Dai, Ini Alasannya

Dia menegaskan sejumlah ustaz yang tergabung dalam PA 212 tak akan mengikuti program tersebut. "Jadi kita enggak bakalan ikut lah.”

Sebelumnya, program sertifikasi pendakwah sempat diwacanakan oleh Menteri Agama Fachrul Razi pada akhir 2019. Fachrul mengeluhkan banyak penceramah yang membodohi umat lewat ceramah-ceramah keagamaannya.

Kemenag akan menerapkan program tersebut pada September 2020 sebagai tahap awal dengan menargetkan 8.200 penceramah bersertifikat.

Novel Bamukmin: Dai Bersertifikat yang Sengaja Dibuat Adalah Seburuk-buruknya Dakwah

Halaman: 
Penulis : Iskandar