logo


Novel Bamukmin: Dai Bersertifikat yang Sengaja Dibuat Adalah Seburuk-buruknya Dakwah

Novel mengatakan dakwah yang benar seharusnya tersampaikan secara kaffah atau menyeluruh.

8 September 2020 09:00 WIB

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11).
Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Novel Bamukmin menyoroti rencana sertifikasi penceramah atau dai yang dicetuskan Kemenag RI.

Menurutnya, program tersebut membuat dai yang terseleksi jadi corong penguasa. Sebab, pola penyampaian dakwah akan dibatasi oleh pemerintah. Novel mengatakan dakwah yang benar seharusnya tersampaikan secara kaffah atau menyeluruh.

"Dan itulah Islam yang rahmantan lil alamin. Sementara dai bersertifikat yang sengaja dibuat adalah seburuk-buruknya dakwah karena justru menjadi corong kekuasaan, apalagi saat ini kekuasaan yang zalim," jelas Novel Bamukmin, sebagaimana dikutip dari Tagar pada Selasa (8/9).


Penghapal Alquran Dituding Sebar Radikalisme, Gatot Nurmantyo: Kalau Pemerintah Mau Menangkap, Tangkap Dulu Saya

Untuk diketahui, Menag Fachrul Razi menyatakan pihaknya akan merealisasikan program sertifikasi penceramah atau dai pada bulan ini. Rencananya, target awal program itu dapat diikuti sebanyak 8.200 penceramah.

Fachrul menuturkan, program tersebut digulirkan karena banyaknya penceramah saat ini yang membodohi umat lewat ceramah.

PA 212 Khawatirkan Sertifikasi Dai, Ini Alasannya

Halaman: 
Penulis : Iskandar