logo


Penghapal Alquran Dituding Sebar Radikalisme, Gatot Nurmantyo: Kalau Pemerintah Mau Menangkap, Tangkap Dulu Saya

Gatot mengatakan bakal pasang badan apabila pemerintah menangkap para penghapal Alquran atau hafiz.

8 September 2020 04:30 WIB

Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Panglima TNI, Jenderal Purn Gatot Nurmantyo tak sependapat dengan tudingan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi soal paham radikalisme masuk masjid melalui anak good looking dan orang yang punya penguasaan agama yang baik atau bahkan hapal Alquran.

Gatot mengatakan bakal pasang badan apabila pemerintah menangkap para penghapal Alquran atau hafiz. Hal itu dilakukan karena posisinya sebagai pembina murojaah hafiz.

“Saya ingatkan pada saat jam 17 tanggal 17 Agustus 2017, saya sebagai Panglima TNI di Markas Besar TNI di Cilangkap, saya mengadakan murojaah oleh 1.000 hafiz Quran dengan tema memohon perlindungan Allah SWT untuk bangsa ini,” ujar Gatot saat berpidato dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di rumah Jumhur Hidayat di Bandung, Jawa Barat, Senin (7/9).


Bela Fachrul Razi, Ruhut Sitompul: Menag kok Kambuh Lagi, yang Kambuh Siapa?

“Dan akhirnya saya jadi pembina murojaah hafiz Quran. Jadi kalau pemerintah mau menangkap, tangkap dulu saya. Sayalah yang makar, kalau itu makar,” tegasnya, seperti dikutip dari PojokSatu.id.

Gatot menyayangkan sikap pihak yang mau menyudutkan para hafiz. Menurutnya, penghapal Alquran sangat dibutuhkan untuk menjaga kemurnian kitab suci umat Islam tersebut.

“Hafiz Quran itu yang melindungi Alquran, mengamankan Alquran. Bayangkan kalau tidak ada hafiz Quran, Alquran diganti kalimatnya, isinya diganti. Siapa yang tahu? Gak ada yang tahu,” tandasnya.

Deklarasi KAMI Jabar Sempat Dibatalkan 2 Kali, Gatot: Saya Tersenyum 100 Kali

Halaman: 
Penulis : Iskandar