logo


Dianggap Bikin Kisruh Pemilu Venezuela, AS Jatuhkan Sanksi kepada 4 Tokoh Politik Pro-Presiden Maduro

Empat tokoh politik Venezuela mendapatkan sanksi individu dari pemerintah Amerika Serikat

7 September 2020 16:01 WIB

Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Presiden Venezuela Nicolas Maduro istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Amerika Serikat pada akhir pekan lalu menjatuhkan sanksi individu kepada empat warga negara Venezuela karena dinilai telah ikut membantu rezim pemerintahan Presiden Nikolas Maduro dalam mencegah adanya pemilu parlemen yang adil dan bebas di Venezuela pada Desember mendatang.

Sebelumnya, pada awal tahun 2020 ini Mahkamah Agung Venezuela, yang merupakan pihak pro-pemerintah, telah menunjuk dua tokoh politik yakni Indira Alfonso dan Jose Gutierrez untuk melakukan pemantauan terhadap proses pemilihan dewan Venezuela dan telah meminta pemerintah untuk menggelar penyelenggaraan pemilu pada Desember mendatang. Keduanya masuk dalam blacklist Amerika Serikat.

Pihak oposisi Venezuela dan Amerika Serikat menyebut dewan yang terpilih pada awal tahun ini dipenuhi oleh loyalis Presiden Maduro dan sehingga sangat sulit untuk menggelar pemilu yang adil dan fair. Pihak oposisi yang dipimpin oleh Kepala Parlemen Juan Guaido bahkan berjanji akan melakukan boikot pemilu Desember mendatang.


Warga Hong Kong Protes Pemerintah Tunda Pemilu, 90 Orang Diciduk Polisi

"Rezim Maduro yang korup tengah mencoba untuk memegang kendali penuh mereka atas Dewan Perwakilan Rakyat Venezuela melalui sebuah pemilu yang penuh dengan kecurangan," kata Steven Mnuchin, salah satu menteri Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan tertulis dikutip dari Al Jazeera pada Senin (7/9).

Sanksi AS juga dijatuhkan kepada Reinaldo Munoz, Jaksa Agung Venezuela dan David de Lima, mantan gubernur di salah satu provinsi di Venezuela, yang dinilai telah melakukan money politik.

Meskipun demikian, sejauh ini Kementerian Informasi Venezuela masih belum mengeluarkan pernyataannya terkait hal ini.

25 Persen Masyarakat Brazil Tolak Program Vaksinasi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia