logo


Soal Hukuman Tidur di Peti Mati, DPRD DKI: Pocong Lama Ikatnya, yang Gampang-gampang Saja

DPRD DKI Jakarta sebut hukuman tidur di peti mati adalah suatu kreatifitas

5 September 2020 07:45 WIB

Wakil Ketua DPRD, Mohamad Taufik (kiri) bersama Sandiaga Uno.
Wakil Ketua DPRD, Mohamad Taufik (kiri) bersama Sandiaga Uno. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Baru-baru ini beredar sebuah video seorang pelanggar PSBB transisi di DKI Jakarta yang dihukum untuk tidur di peti mati.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik menepis isu pelanggar PSBB transisi akan dimasukkan ke peti mati. Ia pun berkelakar kalau diikat pocong justru lebih lama hukumannya.

"Ah kagak (ada isu sara), pocong lama ikatnya, yang gampang-gampang saja," kata Taufik seperti dilansur detikcom, Jumat (4/9/2020).


Sebagian Besar Warga DKI Takut ke Mal, Wagub DKI: Padahal Lebih Aman

Menurut Taufik, hukuman pelanggar PSBB transisi dimasukkan ke peti mati adalah suatu kreatifitas. Hal tersebut dilakukan agar warga jera sehingga patuh terhadap protokol kesehatan.

"Itu kreatif lingkungan masing-masing untuk membuat orang jera dan disiplin atas protokol kesehatan. Itu kreatif lingkungan,"  ujarnya.

Lebih lanjut, Taufik berharap agar sanksi yang diberikan kepada pelanggar PSBB membuat masyarakat semakin sadar terhadap bahanya Covid-19. "Mudah-mudahan lah, supaya orang sadar, loe bisa mati juga kalau kena Covid," pungkasnya.

Akui Penggunaan Masker Bikin Gerah, Anies Baswedan: Tapi Inilah Vaksin Kita!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati